Berita

Djauhari Oratmangun: Ada Gairah Baru di Rusia, Deal Harus Segera Di-seal

RABU, 15 MEI 2013 | 01:12 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Ada sebuah persoalan besar yang selama ini menjadi semacam kendala dalam hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia.

Kendala itu adalah persepsi yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia dan Rusia.

Demikian dikatakan Dutabesar Republik Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun ketika berbicara di depan wartawan di Moskow, Rusia (Senin malam, 13/5).


"Selama ini kita memiliki persepsi bahwa Rusia adalah negeri komunis yang tidak mengenal Tuhan dan karenanya tidak perlu dijadikan partner dalam pergaulan di dunia internasional," ujar pria kelahiran Beo, Sulawesi Utara, 22 Juli 1957 ini.

Padahal, sebut mantan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN ini, founding fathers Indonesia telah memikirkan masak-masak bahwa Rusia akan menjadi salah satu kekuatan dunia yang harus diperhitungkan. Di masa lalu istilah poros Jakarta-Moskow populer bersama dua istilah sejenis, yakni poros Jakarta-Beijing, dan poros Jakarta-Washington DC.

"Ini memperlihatkan founding fathers kita sudah memperkirakan ketiga negara ini (Rusia, China dan Amerika Serikat) akan menjadi bangsa besar. Dan sebagai bangsa besar seharusnya Indonesia bergaul dengan sesama bangsa besar," sambungnya.

Di saat masyarakat Indonesia umumnya memiliki persepsi yang begitu buruk terhadap Rusia, justru negara tetangga yang menjalin hubungan bisnis dengan Rusia dan memetik keuntungan yang tidak sedikit.

Indonesia harus segera mengubah attitude terhadap Rusia. Banyak hal yang bisa didapatkan dari negara itu. Selain soal perdagangan dan ekonomi, Indonesia juga dapat belajar mengelola keberagaman dan agenda reformasi dari pengalaman Rusia.

"Setelah Uni Soviet hancur dan beberapa negara bagian melepaskan diri, nyatanya negeri itu tidak hancur. Mereka bisa selamat dan bertahan, dan kini bangkit kembali menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di dunia," masih kata Djauhari Oratmangun yang juga pernah menjadi Direktur Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup PBB itu.

Dia mengingatkan bahwa Rusia sendiri pun sudah berubah. Kini ada gairah baru yang berkembang di Rusia. Negeri yang dipimpin duet Putin-Medvedev itu kini semakin menyadari bahwa ASEAN memiliki arti yang begitu penting baik dalam hal ekonomi maupun politik.

"Ada gairah baru di Rusia, dimana mereka melirik ASEAN. Ini harus segera kita tangkap. Deal harus segera di-seal," demikian Djauhari Oratmangun. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya