Berita

Hidayat Nur Wahid

Wawancara

Hidayat Nur Wahid: Selasa Ini Semua Bacaleg Kami Sudah Lengkapi Syarat Administrasi

MINGGU, 12 MEI 2013 | 07:55 WIB

Kalau PKPI belum ada bacaleg-nya lolos secara administrasi tentu masih logis. Sebab, terlalu mepet ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2014.

Tapi kalau PKS dan PPP belum ada bacalegnya memenuhi syarat secara administrasi, ini menjadi pertanyaan besar. Ini ada apa.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wa­hid mengatakan, pihaknya tidak khawatir dengan belum ada bacaleg lolos verifikasi adminis­tra­si yang dilakukan KPU.


“Ini masalah kecil, cuma ma­salah salah paham. Pasti bisa ka­mi selesaikan dengan cepat,” ujar Ke­tua Fraksi PKS, (HNW) ketika di­hu­bungi Rakyat Merdeka, kemarin.

“Seperti diberitakan,  hasil verifikasi  KPU sebanyak 4.701 bacaleg belum memenuhi syarat administrasi.

Malah tiga parpol, yakni Partai Kea­dilan Sejahtera (PKS), Partai Kea­­dilan dan Persatuan Indone­sia (PKPI), dan Partai Persatuan Pem­bangunan (PPP) belum ada ba­caleg yang memenuhi syarat adminis­trasi.

Hidayat Nur Wahid selanjutnya mengatakan, ini hanya masalah kesalahpahaman, sehingga bisa dengan cepat diselesaikan.

Berikut kutipan selengkapnya:


Kenapa Anda yakin seperti itu?

Memang tidak ada masalah yang urgent, seperti ada kader yang ber­masalah hukum atau lainnya. Se­benarnya ada 5 syarat sudah leng­kap, yakni surat DPP yang diteken presiden dan sekjen, KTP, KTA, surat keterangan dok­ter, dan ter­daftar sebagai pemilih di TPS.

Kami tidak lolos hanya karena tidak mengisi folmulir BB 8, BB 9, dan BB 11.
BB 8 dan BB 9 itu tentang latar be­lakang pekerjaan, dan pernya­taan untuk berhenti dari peker­jaan tersebut jika lolos ke parle­men. Se­mentara BB 11 tentang su­rat ke­sehatan jasmani dan rohani.

Kesalahpahaman seperti apa maksudnya?
 Begini, pada saat mau me­laku­kan pengisian folmulir un­tuk pen­daftaran caleg kami mengundang Komisioner KPU, Pak Hadar Na­vis Gumay untuk memberikan penjelasan tentang apa saja syarat yang harus kami penuhi.

Dalam penjelasannya Pak Ha­dar menyatakan, kalau pengisian folmulir BB 8, BB 9, dan BB 11 itu sifatnya optional, sehingga ka­mi pun beranggapan boleh tidak diisi apabila tidak ada di dalam pilihan yang tersedia.

Karena semua kader kami me­rasa tidak ada yang memiliki latar belakang pekerjaan seperti yang disebutkan dalam folmulir BB 8, maka kami berfikir berkas ter­sebut tidak ada yang perlu diisi.

Kemudian karena BB 8 dipu­tus­kan untuk tidak diisi, maka BB 9 pun kami putuskan untuk tidak diisi. Sebab kan dua fol­mulir itu ber­hubungan. Apabila pekerjaan kader ada dalam option folmulir BB 8, baru kami mengisi komit­men untuk BB 9.
 
Bagaimana dengan folmulir tentang kesehatan jasmani dan rohani?
Ini juga kesalahpahaman. Ka­der kami di seluruh Indonesia su­dah melakukan tes kesehatan jas­mani dan rohani ke rumah sa­kit. Dalam berkas yang diberi­kan pa­ra bacaleg ke KPU pun kami su­dah mencantumkannya melalui su­rat keterangan dokter. Tetapi ternyata KPU ingin agar kete­rangan tentang hal ini diberikan dalam folmulir terpisah. Maka­nya kami pun dinyatakan belum mengisi BP 11. Padahal, ini cuma soal salah persepsi saja.
 
PKS yakin bisa melengkapi sesuai batas waktu?
Kami sangat optimistis. Kami akan menyelesaikan semua pem­berkasan ini. Soal folmulir BB 8 dan BB 9 itu kan hanya tinggal diisi. Sementara untuk memenuhi fol­­mulir BB 11 kami tinggal me­la­ku­kan tes ulang. Anggaplah tiga hari hasil tes itu keluar. Saya rasa  Se­lasa (14/5) ini semua bacaleg ka­mi sudah memenuhi syarat ad­ministrasi yang kurang itu. Se­telah itu nanti diserahkan kepada KPU. Kami kan masih ada waktu sampai 22 Mei 2013.
 
Apakah PKS berencana un­tuk menambah jumlah ba­caleg?
Mungkin saja. Itu semua ter­gan­tung hasil rapat nanti. Kan mak­si­mal ba­caleg yang diajukan 560 orang. Se­mentara kami baru menga­jukan 492 orang. Kita lihat saja nanti.
 
Mengapa PKS hanya me­ngajukan 492 orang bacaleg?
PKS mengajukan 492 orang caleg bukan karena kami kekura­ngan orang. Kalau mau, kami bisa mengajukan jauh melebihi jum­lah yang ditentukan. Tapi kami hanya mau lebih fokus saja untuk mengejar target perolehan kursi di pemilu legislatif. [Harian Rakyat Merdeka]
 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya