Berita

BASUKI T PURNAMA/IST

Olahraga

Ahok Tak Setuju e-KTP Sejak Awal

SELASA, 07 MEI 2013 | 12:57 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengaku sejak awal tidak menyetujui penggunaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Dari dulu saya sudah protes. Tidak perlu ada e-KTP," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (7/5).

Ia lebih setuju penggunaan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dikeluarkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada di seluruh Indonesia, agar tiap satu nomor kartu bisa berlaku untuk segala jenis transaksi--termaksuk transaksi perbankan.


"Jadi seperti kartu yang dipakai mahasiswa," katanya.

Dengan penggunaan KTP sekaligus ATM, lanjut Ahok, kemungkinan untuk dirusak seperti distapler lebih kecil karena peraturan bank terhadap penggunaan kartu ATM sudah ketat. Sedangkan untuk menghilangkan kemungkinan adanya praktik penggandaan kartu tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa pemegang kartu tersebut diharuskan memiliki Nomor Pemilik Wajib Pajak (NPWP).

"Kalau mau bikin dua, ya NPWP harus dua. Mau bayar pajak dua kali lipat," katanya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menyebutkan bahwa e-KTP tidak boleh difotokopi ataupun dirusak. Perlakuan kepada fisik e-KTP tersebut menurut Gamawan bisa merusak chip kartu yang berisi biodata pemilik kartu.[ant/wid] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya