Berita

nasa/ist

NASA: Misi Manusia ke Mars Adalah Prioritas Antariksa AS

MINGGU, 05 MEI 2013 | 15:29 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Para ahli Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sekarang setuju bahwa seorang pria atau wanita bisa dikirim pada misi ke Mars, meskipun memiliki tantangan besar.

Tokoh-tokoh besar dalam eksplorasi ruang angkasa, seperti para pejabat tinggi dari NASA dan Buzz Aldrin, orang kedua yang berjalan di bulan, akan membahas proyek terbaru ini pada konferensi yang berlangsung selama tiga hari mulai Senin (6/5) di ibukota AS, Washinton DC.

Sebagaimana yang dilansir CBN News (Minggu, 5/5), kepala Badan Antariksa AS, Charles Bolden, telah menekankan bahwa misi manusia ke Mars adalah prioritas. Namun, Krisis keuangan di AS-lah yang menjadi hambatan utama untuk proyek tersebut.


NASA hanya menerima 0,5 persen dari anggaran federal AS dibandingkan dengan proyek Apollo pada 1960 untuk menaklukkan bulan yang mendapat anggaran sebesar 4 persen.

Ketertarikan baru terhadap planet merah ini telah memicu beberapa inisiatif dalam beberapa bulan terakhir, termasuk mengusulkan sebuah perjalanan sederhana untuk memotong biaya pengeluaran.

Seorang profesor aeronautika and astronautika dari Universitas Stanford, G. Scott Hubbard, mengatakan jika kita mulai hari ini mungkin akan mendarat di Mars dalam 20 tahun kedepan.

"Ini tidak memerlukan mukjizat. Ini membutuhkan uang dan rencana untuk menghadapi tantangan teknologi," tambah Hubbard, yang juga menjabat sebagai direktur program Mars pertama NASA dan berhasil merestrukturisasi seluruh program Mars dari kegagalan terdahulu.

Hubbard mengatakan diperlukan sekitar 30-40 ton bahan bakar untuk melakukan perjalanan pulang pergi kesana.

Tenaga nuklir harus dikembangkan dalam setiap kendaraan menuju ke Mars karena itu akan mengurangi waktu perjalanan sekitar tiga bulan, serta mengurangi resiko radiasi..

Selain tantangan teknologi, tambah Hubbard, dampak negatif dari perjalanan ruang angkasa jangka panjang pada tubuh manusia belum diketahui, terutama berkenaan dengan radiasi kosmik.

"Kita harus mempelajari resiko radiasi terhadap manusia," kata Stephen Davison, seorang peneliti bidang Biologi NASA dan di Program Ilmu Pengetahuan Alam di Johnson Space Center di mana astronot dilatih.

Davison mengatakan, "Hal itu penting untuk memahami risiko kanker terhadap anggota kru kami secara lebih rinci dan juga efek pada sistem saraf pusat."

Dia menambahkan bahwa sebagian besar anggota kru di International Space Center telah mengalami beberapa tingkat perubahan terhadap fisiologis, seperti berkurangnya kepadatan tulang dan hilangnya otot. Namun hal tersebut dapat dikurangi dengan olahraga.

Tantangan utama lainnya adalah adalah psikologi. Karena astronot akan terisolasi dan menghabiskan waktu yang lama dikurung dalam ruangan sempit.

Davison mengatakan para ilmuwan membutuhkan minimal dari 10 tahun untuk menyelesaikan penelitian mengenai dampak perjalanan pada tubuh manusia sebelum pergi ke Mars.

Oleh karena itu misi robot diperlukan sebelum para ilmuwan melakukan pengiriman manusia. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya