Setelah berhasil melaju ke babak final Liga Europa mengalahkan FC Basel, Chelsea kini harus menghadapi laga sulit di Liga Premier Inggris. “Top Four†sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions, musim depan menjadi target The Blues saat menantang tuan rumah Manchester United di Stadion Old Trafford, malam nanti WIB.
Chelsea mengumÂpulkan 65 poin dari total 34 gaÂme hanya unggul tipis dari dua tim di bawahnya. Arsenal deÂngan 64 poin dari 35 game, keÂmudian Tottenham Hotspur yang menoÂrehkan 62 poin dari 34 game.
“Ini adalah satu dari tiga laga terÂsulit yang mesti kami jalani saat kompetisi tinggal menyisaÂkan empat laga,†kata Kapten ChelÂsea John Tery dilansir LonÂdon Evening Standard, kemarin.
Dia berpendapat, timnya saat ini memang terlihat nyaman duÂÂduk di atas Arsenal dan TotÂtenÂÂham. Tapi sesungguhnya tiÂdak, seÂbab, masih ada beberapa laga suÂlit yang harus dijalani.
Seperti diketahui, setelah berÂÂhaÂdapan dengan MU, ChelÂsea akan menjamu Spurs 9 Mei menÂdatang. Setelah itu, asuhan RaÂfael Benitez akan berhadaÂpan deÂngan Aston Villa pada 11 Mei 2013 dan di pekan terakhir Liga Primer musim ini, The Blues akan menjamu Everton.
“Mudah-mudahan kami bisa meÂlakukannya (menjaga moÂmenÂtum kemenangan di setiap laga). Laga melawan MU akan suÂlit dan Spurs akan sangat penÂÂting. Kami tahu, masih ada beÂbeÂrapa laga sulit. Tapi kami yaÂkin, dengan kualitas di tim saat ini bisa menuntaskan perjuÂaÂngÂan musim ini dengan baik.â€
Tery yakin, pelatih Benitez tiÂdak akan menyia-nyiakan keÂsemÂpatan ini untuk menunjukÂkan kepiawaiannya dalam meÂraÂcik strategi terbaiknya demi meÂraih kemenangan.
“Harus diakui, Benitez adalah pelatih yang hebat. Saat ini, keÂpiaÂwaiannya sedang diuji. BeÂgitu juga kami yang merindukan bisa membawa pulang trophy, meski yang tersisa tinggal Liga Europa.â€
Sedankan Benitez menegasÂkan, untuk bisa melewati seÂmua tantangan di penghujung muÂsim ini, diperlukan dukuÂngÂan semua orang yang terlibat deÂngan presÂtasi Chelsea. Baik itu staff, peÂmilik klub hingga fans.
“Selalu ada kesempatan buat kami meraih trophy dan meÂmasÂÂtikan tiket ke Liga ChamÂpiÂon. KunÂcinya adalah kerja makÂsiÂmal. Di sini peran seÂorang pelaÂtih sangat penting. Tapi itu terÂganÂtung pada orang yang menÂdukung di belakangnya.â€
Sedangkan bagi MU, laga derÂÂby ini bukan dalam rangka memÂÂperebutkan tiga angka unÂtuk menÂjadi trophy juara. MeÂlainkan perÂtaruhan gengsi seteÂlah didepak Chelsea di babak seperempatÂfiÂnal Liga Europa, April lalu.
Pelatih MU, Sir Alex FerguÂson berÂharap, Paul Scholes bisa kemÂbali ke skuad untuk pertaÂma kaliÂnya sejak cidera mengÂalami ciÂdeÂra lutut Januari lalu ketika MU berhadapan dengan Chelsea. SeÂlain itu, laga nanti bakal menjadi laga terakhir SchoÂles yang renÂcaÂnanya akan gantung sepatu muÂlai akhir muÂsim ini. “Saya sebenarnya beÂlum bisa memastikan hal itu, taÂpi saya berÂusaha menyiapkan diÂrinya untuk penampilan perÂpiÂsahan,†ujarnya.
Menurutnya, peran pemain berÂusia 38 tahun di lapangan saÂngat berguna untuk membaÂlasÂkan dendam atas kekalahan MU dari Chelsea. Kemenangan di laga perÂpisahaan ini tentu akan memÂberi kesan tersendiri bagiÂnya.
“Kami siap turun dengan keÂkuatan penuh. Danny Welbeck tiÂdak akan lagi memakai ban kapÂten, karena Nemanja Vidic telah pulih dari cidera betisnya. Tim ini juga akan makin solid deÂngan sekembalinya Ashley Cole, yang baru saja selesai menÂÂÂjalani sanksi. Kini kami siap menjegal langkah Chelsea menÂdapatkan tiket Liga ChamÂpions musim depan.†[Harian Rakyat Merdeka]