Berita

ilustrasi, Varises Kaki

Kesehatan

Wanita Paling Rentan Terserang Varises Kaki

Badan Perlu Sering Bergerak Agar Aliran Darah Lancar
MINGGU, 05 MEI 2013 | 08:14 WIB

Penyakit kram kaki jangan dianggap sepele, karena itu bisa menyebabkan pembengkakan pada kaki yang berujung varises. Gangguan tersebut akibat tidak lancarnya peredaran pembuluh vena.   

Kram kaki terjadi karena pe­redaran darah di pem­buluh vena terhambat dan terakumulasi di betis. Sehingga, pe­redaran yang seharusnya kem­ba­li ke jantung menjadi tersumbat.

“Biasanya, orang yang terlalu lama berdiri atau duduk meng­alami kram atau nyeri pada kaki. Penyebabnya, peredaran darah berkumpul dalam betis. Seha­rusnya darah itu dikembalikan ke jantung. Di sini awal masa­lah­nya,” tutur Dr R Suhartono, MD Ketua Per­himpunan Spesialis Bedah Vaskuler dan Endo­vas­ku­ler Indonesia saat ditemui dalam acara bertema Edukasi Ma­sya­ra­kat Mengenai Bahaya Gangguan Vena di The 3 House, Kuningan Village, Jakarta, Sabtu, (27/4).


Jika terus dibiarkan, lanjut Suhartono, kondisi ini akan menyebabkan pembengkakan pada kaki. Jika kondisi ini terus berulang akan menyebabkan varises yang umumnya timbul di belakang betis.

“Gangguan darah yang ter­akumulasi dalam betis itu bila tidak disadari akan berdampak pada rasa sakit atau nyeri di kaki, dan kram pada malam hari.
Parahnya, pembengkakan pada kaki dan berlanjut pada varises,” jelasnya.

Menurut Suhartono, dari hasil pene­litian  terungkapo 64,5 per­sen seseorang yang terkena va­rises  kerjanya terlalu lama ber­diri. Sementara 29, 2 persen terjadi pada seorang yang terlalu lama duduk.

Hal itu dikarenakan darah ikut berhenti bila seorang tidak ber­gerak. Dia menambahkan, se­banyak 6,3 persen dialami de­ngan orang yang berjalan. Dari kecilnya persentase itu sudah menunjukkan bahwa berjalan merupakan cara mengurangi risiko itu.

“Setidaknya berjalan ataupun bergerak merupakan cara ampuh menghindari risiko varises. Bila sudah merasakan kram, segeralah gerakan kaki-kaki untuk lebih membantu jalannya darah di pembuluh vena menjadi lancar,” terangnya.
Prof  Hendro Sudjono Yuwono, Dokter Spesialis Bedah Vena dari Departemen Bedah RS Hasan Sadikin menambahkan, sebagian besar penyebab varises karena faktor keturunan atau faktor genetik.

Faktor keturunan itu terlihat pada din­ding pembuluh darah dan katup yang tidak sempurna. Faktor genetik ini agak sulit disem­buhkan. Hormon yang ada pada wanita juga dapat me­nye­babkan varises. Karena itu, seba­gian besar varises dia­la­mi  wa­nita. Pada wanita hamil, risiko ini semakin bertambah karena ada­nya penambahan hor­mon pada masa tersebut.

Tidak hanya faktor gen, ke­biasaan, gaya hidup dan aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan timbulnya varises. Berat badan yang berlebih, berdiri terlalu lama, jarang berolahraga dan merokok dapat memicu ter­ja­dinya varises.

Kelebihan Berat Badan Perlu Diantisipasi Sejak Dini

Hasil penelitian badan ke­se­hatan dunia WHO menunjukkan, bahwa 25 persen sampai 50 persen varises terjadi pada wa­nita. Sedangkan 15 persen sampai dengan 30 persen terjadi pada pria dewasa.

Kondisi itu bisa terjadi karena proses mengandung yang dialami setiap wanita, dan malas berak­ti­vitas, seperti olahraga ataupun pekerjaan yang membutuhkan gerakan yang dinamis.

“Varises terjadi karena ada penyumbatan darah di daerah betis kaki dan itu selalu terjadi pada wanita hamil. Hal ini terjadi karena adanya pembuluh darah vena terhalang dan terhimpit oleh rahim dalam perut yang mem­besar,” kata Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler Indonesia Dr. R. Suhartono, MD.

Selain itu, lanjut Suhartono, varises juga dipengaruhi tekanan gravitasi dan fenomena keba­nya­kan wanita yang malas ber­ola­h­raga, serta bergerak. Kondisi ini akan memperparah penyumbatan pembuluh darah vena.

“Inilah penyebab wanita ba­nyak terkena varises, sehingga muncul senam pada ibu hamil,” paparnya.

Varises kata dia, dapat ditim­bulkan pula dari pola aktivitas sehari-hari seperti kebiasaan berdiri dan duduk lama. Sekitar 60 persen orang dengan varises mempunyai riwayat keluarga dan proses pe­nuaan menye­bab­kan vena me­lemah dan tidak ber­fungsi baik.

Kemudian pada kehamilan, pertumbuhan janin berpengaruh meningkatkan tekanan vena tungkai, tetapi varises mengalami perbaikan 3-12 bulan setelah melahirkan.

“Kelebihan berat badan dan obesitas dapat menambah te­kanan pada vena dan meng­aki­batkan varises. Berdiri atau duduk terlalu lama, terutama dengan tungkai bersilang, menyebabkan vena bekerja lebih keras untuk me­mompa darah ke atas,” tambah Dokter Spesialis Bedah Vena, Hendro Sudjono Yuwono.

Hendro mengatakan,  ketika ter­kena varises, dokter tidak me­nga­n­jurkan tindakan bedah. Ka­rena, langkah ini lebih banyak ke­rugiannya. Cara terbaik untuk men­cegah varises adalah dengan meng­hindari ber­diri dan duduk lama.

“Jika mungkin, ambil isti­rahat yang sering selama berdiri lama. Selain itu, hindari me­nekuk kaki ketika duduk dan is­tirahat atau tidur dengan kaki di atas level jantung. Latihan menggerakkan tungkai dan memperbaiki tonus otot mem­bantu sirkulasi darah di dalam vena. Mengurangi berat badan juga dapat membantu sirku­lasi darah vena,” tutupnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya