Berita

mobil terbakar/ist

Dunia

Wakapolda Tewas Usai Mobilnya Dibom

MINGGU, 28 APRIL 2013 | 16:19 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Seorang wakil polisi daerah (Wakapolda) dari Afghanistan Selatan mengalami nasib nahas pada Minggu (28/4). Ia meninggal setelah konvoi kendaraan polisinya melewati jebakan bom yang dipasang oleh orang yang tak dikenal.

Wakil Gubernur Provinsi Ghazni, Mohammad Ali Ahmadi, mengatakan bahwa bom tersebut diletakkan di pinggir jalan dan dikendalikan dari jarak jauh. Bom meledak saat konvoi Wakapolda Kolonel Mohammad Hussain melintas di Distrik Zana Khan untuk ikut ambil bagian dalam operasi militer terhadap pemberontak.

Dia mengatakan ledakan itu menghancurkan kendaraan yang membawa Kolonel Mohammad Hussain. Wakapolda itupun tewas seketika bersama dua rekan polisinya yang lain.


Ahmadi menambahkan, serangan yang terjadi pukul 06.00 itu juga melukai dua petugas lainnya.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab dalam serangan ini namun kelompok militan Taliban diduga berada dibalik serangan yang menargetkan pasukan keamanan pemerintah.

Peningkatan serangan ini seiring dengan datangnya musim panas, musim dimana Taliban kerap meningkatkan serangan selama ini. Pada Rabu 3 April, Taliban melancarkan serangan bom bunuh diri ke sebuah gedung pengadilan di Provinsi Farah, Afghanistan Barat. Akibat serangan ini, 46 warga sipil tewas. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya