Berita

ilustrasi/ist

Politik

DPR Berharap Bidikmisi Tidak Diterima Keluarga kaya

SELASA, 16 APRIL 2013 | 09:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dana Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidikmisi) akan segera disalurkan paling lambat minggu depan. Menurut  Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Dana Bidikmisi Rp 548 miliar dari total 1,96 triliun dengar rincian biaya hidup dan kuliah selama enam bulan, dan akan disalurkan kepada 88.142 mahasiswa penerima tahun 2012-2013.

Anggota komisi X DPR Surahman Hidayat menjelaskan, UUD 1945 menempatkan bidang pendidikan dalam derajat keseriusan yang tinggi, terbukti dengan adanya rumusan pasal khusus tentang pendidikan. Pasal-pasal tersebut mengatur mulai dari hak warga negara mendapatkan pendidikan sampai dengan peran pemerintah untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 31 UUD 1945 mengamanatkan: (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Pendidikan sebenarnya juga merupakan bagian dari hak asasi manusia, seperti termaktub dalam Pasal 28C Ayat (1) dan Pasal 28E Ayat (1) UUD 1945.

"Saya berharap Bidikmisi tahun 2013 berjalan dengan baik, Pendistribusian atau daya serap beasiswa Bidik Misi harus tepat sasaran, karena faktanya di lapangan masih saja ditemukan, di sejumlah perguruan tinggi negeri ternyata penerima Bidikmisi adalah mahasiswa dari keluarga kaya," kata Surahman seperti dalam rilisnya yang diterima redaksi, (Selasa, 16/4).


Lebih lanjut politisi senior Partai Keadilan Sejahterah (PKS) ini meminta kepada pemerintah dalam hal ini kepada Kemendikbud, untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem penyaluran Bidikmisi sehingga bisa tepat sasaran yakni diterima oleh mahasiswa miskin.

"Kemendikbud harus melakukan koordinasi yang baik dengan pihak Perguruan Tinggi Negeri tidak hanya menjaring calon mahasiswa berprestasi tapi miskin di lingkungan perkotaan saja, tetapi Bidikmisi ini juga harus sampai ke pelosok-pelosok daerah terpencil, sehingga ada pemerataan," tandas Surahman. [rsn]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya