Berita

WARGA GUNTUR/IST

Olahraga

Ratusan Warga Gusuran KPK Minta Tinggal Di Rumah Dinas Jokowi

MINGGU, 14 APRIL 2013 | 15:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ratusan warga korban gusuran tanah KPK di Jalan Gang Gembira, Kelurahan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan  merasa diperlakukan dengan tidak adil.

Siang ini (Minggu, 14/4), para warga korban gusuran itu mengadukan nasib mereka dengan mendatangi rumah dinas Gubernur DKI Joko Widodo di Jalan Taman Suropati nomoe 7, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kita sebagai anak, ingin ketemua ayah saja, yaitu pak Jokowi," ujar koordinator Forum Perjuangan Warga Guntur, Ronald kepada wartawan di depan pagar rumah dinas Jokowi, Minggu (14/4).


Menurutnya, pihak KPK terkesan sama sekali tidak menghiraukan nasib mereka, terutama nasib anak-anak yang sebentar lagi mengikuti Ujian Nasional. Pun demikian Pemprov DKI seolah tidak berpihak pada nasib mereka.

"Penggusuran tempo hari sudah meluluhlantakkan masa depan anak-anak kami. Sampai saat ini kami tidak tahu harus bernaung di mana," ungkap dia.

Ronald mengatakan, pihaknya berharap Jokowi mau mempedulikan nasib mereka karena sebelumnya pernah disampaikan keluhan warga korban gusuran kepad pihak Pemprov DKI tapi tak digubris jua. Bukan hanya kehilangan rumah dan tempat bernaung, sambung Ronald, anak-anak korban gusuran juga tak terperhatikan.

"Kami akan meminta agar kami tinggal di Rumah Gubernur DKI Jakarta Jokowi saja," ujar dia.

Seperti diketahui, lokasi rumah yang mereka tempati adalah tanah milik negara (Kementerian Keuangan), dan sekarang dipinjam pakai oleh KPK untuk membangun gedung KPK. Sekitar 150 warga guntur sekarang sudah relokasi sementara ke Gedung Karang Taruna kel Guntur, sebelum dijanjikan pindah ke rumah susun (rusun) di daerah Penggilingan.

Luas lahan ini adalah 8.492 meter persegi. Warga telah menempati lahan tersebut sejak tahun 1997. Hingga kini, warga yang bertahan hanya 48 KK atau berjumlah 155 jiwa. Kebanyakan dari mereka berpendapatan sebagai pemulung sekitar Rp 50 ribu per hari.[wid]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya