Berita

ilustrasi/ist

Politik

DPR Minta PNRI Serius Atasi Rendahnya Kualitas Membaca

KAMIS, 11 APRIL 2013 | 15:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kalangan DPR meminta Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) untuk lebih serius mensosialisasikan program "Gemar Membaca" sehingga kualitas membaca di Indonesia bisa ditingkatkan.

"Di dalam era digital saat ini diperlukan adanya keseriusan untuk terus membuat terobosan yang inovatif, kreatif dan produktif, sehingga membaca akan menjadi sesuatu yang menyenangkan, mudah dan akhirnya akan menjadi budaya di masyarakat secara umum, dan kalangan pelajar, dan mahasiswa," kata anggota Komisi X DPR RI, Surahman Hidayat, dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Kamis (11/4).

Saat ini minat membaca masyarakat Indonesia masih rendahnya kualitasnya. Bank Dunia Nomor 16369-IND dan studi International Association for the Evaluation of Education Achicievement (IEA) di Asia Timur, menunjukan tingkat terendah membaca dipegang oleh negara Indonesia dengan skor 51,7, di bawah Filipina dengan skor 52,6, Thailand 65,1, Singapura 74,0, dan Hongkong  75,5. Sementara kemampuan orang Indonesia dalam menguasai bahan bacaan juga rendah, hanya 30 persen.
Data lain milik UNDP dalam Human Report 2000, bahwa angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen. Sedangkan Malaysia sudah mencapai 86,4 persen, dan negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat umumnya sudah mencapai 99,0 persen.

Data lain milik UNDP dalam Human Report 2000, bahwa angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen. Sedangkan Malaysia sudah mencapai 86,4 persen, dan negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat umumnya sudah mencapai 99,0 persen.

Lebih lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, membaca dan melek aksara adalah sebuah kewajiban dalam agama, dan bernilai ibadah, untuk menerapkan pendidikan karakter bangsa yang beradab dan bermartabat, tidak hanya cukup dengan mengajarkan nilai baik dan buruk saja, tetapi perlu diimbangi dengan pola pembiasaan secara intensif yang bisa memicu siswa untuk berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai luhur.

"Pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat dilakukan melalui pembelajaran membaca dan menulis.  Membaca dan menulis sebagai dua keterampilan berbahasa yang saling berkaitan erat," katanya.

Dengan membaca, lanjut dia,seseorang akan memperoleh berbagai informasi. Informasi yang diperoleh tersebut dapat memperkaya khasanah pengetahuannya, selanjutnya beliau menjelaskan,  pengetahuan yang diperoleh tersebut dapat diungkapkan kembali melalui tulisan. Begitu pula dengan menulis, ungkapan pengetahuan atau informasi dalam bentuk tulisan, akan memperkaya pengetahuan dan latar informasi bagi pembacanya.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya