ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
"Di dalam era digital saat ini diperlukan adanya keseriusan untuk terus membuat terobosan yang inovatif, kreatif dan produktif, sehingga membaca akan menjadi sesuatu yang menyenangkan, mudah dan akhirnya akan menjadi budaya di masyarakat secara umum, dan kalangan pelajar, dan mahasiswa," kata anggota Komisi X DPR RI, Surahman Hidayat, dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Kamis (11/4).
Saat ini minat membaca masyarakat Indonesia masih rendahnya kualitasnya. Bank Dunia Nomor 16369-IND dan studi International Association for the Evaluation of Education Achicievement (IEA) di Asia Timur, menunjukan tingkat terendah membaca dipegang oleh negara Indonesia dengan skor 51,7, di bawah Filipina dengan skor 52,6, Thailand 65,1, Singapura 74,0, dan Hongkong 75,5. Sementara kemampuan orang Indonesia dalam menguasai bahan bacaan juga rendah, hanya 30 persen.
Data lain milik UNDP dalam Human Report 2000, bahwa angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen. Sedangkan Malaysia sudah mencapai 86,4 persen, dan negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat umumnya sudah mencapai 99,0 persen.
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39