Berita

SBY

KONVENSI CAPRES

SBY Cerdas dan Jenius, Bisa Alihkan Isu Korupsi Demokrat

SENIN, 08 APRIL 2013 | 07:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jeffrie Geovanie sebelumnya pesimis saat menyampaikan usul agar partai-partai menggunakan mekanisme konvensi dalam penentuan calon presiden disambut baik. Jeffrie mengungkapkan itu pada Jumat lalu.

Ide konvensi itu diakui Jeffrie merupakan ide lama tapi bisa hebat bila diperbaiki pola dan mekanismenya. Menurutnya, konvensi merupakan strategi jitu buat memenangkan Pemilu 2014.

"Nah, kalau benar sekarang SBY akan melakukan itu di Partai Demokrat, maka kita harus memberikan apresiasi yang tinggi kepada SBY dan juga pengakuan bahwa memang SBY cerdas dan jenius," ungkapnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 8/4).


Jeffrie mengungkapkan itu saat dimintai tanggapan atas usul Ketua Umum Partai Demokrat SBY bahwa calon presiden dari partainya akan dijaring lewat mekanisme konvensi.

Dalam pertemuan dengan sejumlah Pemimpin Redaksi di Jakarta, Sabtu malam, SBY mengungkapkan partainya akan menjaring calon presiden dan wakil presiden melalui Primary Election, yaitu sistem pemilihan pendahuluan yang dilakukan untuk menyeleksi kandidat terbaik.

"Partai-partai lain seperti Golkar, Gerinda dan PAN sudah punya capresnya masing-masing. Partai Demokrat yang belum. Kita akan membidik sejumlah kandidat melalui primary election atau konvensi partai," kata SBY.

Jeffrie Geovanie menjelaskan, semi primary convention yang akan dilakukan oleh Partai Demokrat dipastikan akan heboh karena pesertanya bisa datang dari capres-capres alternatif, yang tidak memiliki partai seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, Gita Wiryawan, Dahlan Iskan, Sri Mulyani dan lain-lain.

"Bayangkan bila setiap minggu ada 3-5 stasiun televisi yang menyiarkan debat para capres secara safari di beberapa kota besar di Indonesia dengan macam-macam variasi topik. Kita sebagai rakyat akan disuguhi penampilan capres-capres tadi. Luar biasa," salut Jeffrie.

Soal bagaimana penentuan pemenangnya, dia menyarankan, jangan berikan suara kepada Ketua-Ketua DPD Partai Demokrat. Tapi berikan penentuan pemenang kepada rakyat Indonesia melalui survei yang dilakukan lembaga survei yang kredibilitasnya teruji seperti Lembaga Survei Indonesia LSI pimpinan Saiful Mujani.

"Selamat buat Partai Demokrat, isu korupsi yang melandanya selama ini akan tergantikan oleh isu konvensi capres. Demokrat rebound," demikian Jeffrie. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya