Berita

sutiyoso

Berkat Jiwa Korsa, Jenderal Sutiyoso Langgar Ketentuan Tak Jadi Tembak Mati Empat Anak Buah

JUMAT, 05 APRIL 2013 | 11:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus Letjen (Purn) Sutiyoso mengungkapkan, latihan anggota satuan elit TNI itu cukup berat. Hal itulah yang membuat tingginya jiwa korsa sesama mereka.

"Untuk mendapatkan brifet Komando, yaitu disematinya baret merah dan pisau komando, itu kan latihan selama enam bulan lamanya tanpa henti," jelas dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online tadi pagi (Jumat, 5/4).

Latihan selama enam bulan itu dibagi tiga tahap yang masing-masing dua bulan. Yakni tahap basis, di Batu Jajar, Jawa Barat; tahap gunung hutan di Situ Lembang, Jawa Barat; dan tahap rawa laut di Cilacap, Jawa Tengah.


"Lalu ssaat tugas, dengan kelompok-kelompok kecil, juga sangat berbahaya. Karena itu muncul jiwa korsa, kebersamaan sesama saudara. Itu memang kita pupuk. Tapi untuk kepentingan operasi," jelasnya.

Bang Yos, sapaannya, menceritakan pengalamannya dalam satu operasi di Timor Timur.

"Pada saat saya di Tim Tim dulu, anak buah saya empat luka tembak. Kita dikempung musuh di mana-mana. Sesuai ketentuan, anggota yang jadi beban, boleh kita selesaikan sendiri. Artinya boleh ditembak mati. Tapi karena tanggungjawab, saya ingin dia diselamatkan dengan sebuah penyelamatan spektakuler," ungkapnya.

"Itu gunanya kebersamaan, senasib sepenanggungan. Kalau untuk balas dendam, salah," sambung mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Karena itulah dia menolak jiwa korsa diterapkan dengan motif balas dendam seperti penyerangan sejumlah anggota Kopassus ke Lapas yang menewaskan empat tahanan. "Tentu saja itu salah, jiwa korsa yang berlebihan. Balas dendam tidak boleh. Jiwa korsa hanya untuk kepentingan operasi," tegasnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya