Berita

hatta rajasa

Soal Pengendalian Harga Pangan, Saran Hatta Rajasa Terancam Tak Efektif

KAMIS, 04 APRIL 2013 | 05:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mekanisme tarif untuk mengendalikan harga pangan merupakan salah satu solusi bagus yang bisa diterapkan oleh pemerintah seperti yang disarankan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

Model kebijakan tarif juga bisa diterapkan pada komoditi non pangan dan produk lainnya, sebagai ganti kebijakan kuota yang cenderung menghadirkan praktik pasar gelap.

Demikian disampaikan ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak (Kamis, 4/4).


Namun, Dahnil mengingatkan, solusi bagus yang ditawarkan oleh Menko Perekonomian tersebut menjadi tidak efektif apabila tidak diikuti kebijakan komprehensif jangka panjang. Yakni memperbaiki dan mendorong revitalisasi sektor pertanian pangan. Karena ke depan, tantangan ekonomi global akan mengalami pergeseran perang dagang komoditi pangan.

Di masa yang akan datang, pangan akan menjadi komoditi ekonomi dan politik yang sangat penting. Mengingat negara-negara BRICS (Brazil, Rusia, India, Cina dan South Afrika) mengalami industrialisasi yang sangat cepat serta agak mengabaikan sektor pertanian, sehingga ketergantungan pangan yang sangat tinggi dari luar negeri.

"Nah, peluang ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia di masa yang akan datang. Mengingat Indonesia memiliki potensi ekonomi pertanian yang sangat tinggi," ungkapnya.

"Kebijakan pro agribisnis dibarengi dengan kebijakan tarif ini adalah model kebijakan pro masa depan yang perlu diakselerasi dan didorong oleh pemerintah, sehingga pertumbuhan ekonomi kita bisa berkesinambungan," demikian Dahnil. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya