Berita

mahfud md

Capres dari Parpol Saja Belum Tentu Melaju, Apalagi Mahfud MD

SELASA, 02 APRIL 2013 | 07:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tampaknya sulit maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Problem utamanya adalah Mahfud tidak punya kendaraan politik.

"Problemnya, parpol (partai politik) cenderung akan mencari kandidat yang juga berasal dari parpol. Kecil kemungkinan akan mengambil tokoh dari luar. Apalagi setelah MK membatalkan presiden dari independen,"  ujar pengamat politik Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 2/4).


Menurut Rico, jangankan Mahfud MD atau tokoh nonpartai lainnya, tokoh-tokoh yang sudah punya kendaraan politik saja dan sudah mendeklarasikan diri sebagai capres, belum tentu bisa melaju ke Pilpres tahun depan.

"Yang sudah jelas-jelas Ketua Partai atau Ketua Dewan Pembina Partai (Gerindra), seperti prabowo (Subianto) saja, belum tentu lolos jadi capres. Karena  masih menunggu hasil Pemilu. Apalagi tokoh nonpartai," tandasnya.

Bila tidak ada perubahan UU Pilpres, yang bisa mengajukan pasangan capres-cawapres adalah partai atau gabungan partai politik yang mengantongi 20 persen kursi di parlemen. Atau meraup suara 25 persen pada Pemilu Legislatif. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya