Berita

ani yudhoyono

Jafar Hafsah Dukung Ibu Negara Jadi Ketua Umum Demokrat

RABU, 27 MARET 2013 | 18:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Susilo Bambang Yudhoyono diakui figur yang paling menentukan dan berkontribusi terbesar bagi kelahiran, kemajuan dan kejayaan Partai Demokrat.

Pasalnya, SBY merupakan penggagas, pendiri, peletak jati diri partai, kader utama terbaik, pemersatu, pengayom, dan panutan. Karena itu, SBY tokoh yang paling tepat untuk memimpin dan membawa Partai Demokrat keluar dari krisis.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah petang tadi (Rabu, 27/3).


Namun SBY selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan memiliki kesibukan dan kepadatan agenda yang harus dijalankan. Karena itu, yang terbaik selanjutnya untuk memimpin Partai Demokrat agar keluar dari krisis saat ini adalah Ani Yudhoyono.

"Pengalaman sebagai Ibu Negara yang selalu mendampingi Bapak Presiden, mantan Wakil Ketua Umum, Pendiri Partai Demokrat, figur pemersatu dan pengayom, (Ani Yudhoyono) sangat tepat untuk itu," katanya.

Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI ini berharap pada KLB besok bisa berjalan dengan lancar dan Ani Yudhoyono dipilih secara aklamasi.
 
"Ketua Umum yang ditetapkan hendaknya adalah figur pemersatu yang dapat diterima oleh semua komponen kader, pengayom, panutan dan kebanggaan segenap kader sehingga KLB dapat berjalan dalam mekanisme musyawarah mufakat yang kondusif untuk ditetapkannya Ketua Umum secara aklamasi," tegas Jafar.

"Situasi krisis saat ini yang tengah dihadapi Partai Demokrat  memerlukan kepemimpinan krisis, manajemen krisis, solidaritas dan soliditas kader," jelasnya.

Sebagai kader, Jafar berharap KLB mendatang bisa dijadikan sebagai momentum kebangkitan Partai Demokrat menuju pemilu 2014.

"Momentum pembenahan kelembagaan melalui penyempurnaan AD/ART untuk lebih responsif dan antisipatif terhadap berbagai potensi krisis organisasi.  Konsolidasi, peneguhan dan penegasan komitmen untuk peningkatan soliditas dan melanjutkan pembenahan Partai Demokrat," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya