Berita

sby

Indonesia Harus Dipimpin Tokoh Segar

SENIN, 25 MARET 2013 | 12:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar institusi-institusi politik belum siap dan ikhlas untuk melepas status-quo, apalagi untuk menyerahkan estafet kepemimpinan politik kepada anak-anak muda, memang terjadi di banyak negara.

Demikian disampaikan peneliti Maarif Institute for Culture and Humanity, Endang Tirtana (Senin, 25/3), terkait soal wacana perlunya tokoh alternatif maju di Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Dalam hemat Endang, kalau pun beralih kepemimpinan itu ke sosok muda, tetap saja ada hubungan kekuasaan yang jelas tujuannya untuk mempertahankan dinasti politik.


"Apa keliru sistem patrimonial semacam ini berjalan lintas jaman dan generasi? sepanjang proses dilakukan dengan demokratis berdasarkan aspirasi masyarakat untuk hadirnya pemimpin harapan mereka, hal tersebut sah-sah saja," katanya.

Endang menjelaskan potret Indonesia saat ini masih kentalnya budaya patrimonial. Hal itu terlihat dari tokoh-tokoh sentral Parpol yang didominasi wajah-wajah lama.

"Sangat penting mendorong kepemimpinan yang segar, dan bisa jadi segar ini identik dengan segar pemikiran dan muda. Sejarah selalu menuntut perubahan dan menginginkan kepemimpinan baru yang muda yang akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik," demikian Endang, yang juga tokoh muda Muhammadiyah ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya