Berita

anas urbainingrum

Sprindik Anas Urbaningrum Bocor Bukti Shahih Pimpinan KPK Terkooptasi

SENIN, 25 MARET 2013 | 05:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Oknum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dituding telah bermain politik.

Penilaian itu muncul karena bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Urbaningrum di saat elit Demokrat butuh legitimasi untuk menyingkirkan Ketua Umum Partai Demokrat yang sudah menyatakan berhenti itu.

"Bisa dikatakan seperti itu (pimpinan KPK bermain)," ujar pakar hukum pidana Chairul Huda saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online kemarin.


"Segelintir orang Demokrat membutuhkan alasan untuk bisa menyingkirkan Anas. Dengan (bocornya sprindik Anas) ini kan ketemu (kepentingannya)," sambung dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Karena itu menurutnya, pimpinan KPK yang membocorkan sprindik tersebut sudah terkooptasi dengan kepentingan politik. "Itu sangat berbahaya, sangat mengecewakan. Karena KPK jilid III ini lebih buruk dari KPK jilid II," ungkapnya.

Choirul Huda sendiri sedari awal sudah yakin bahwa yang membocorkan sprindik tersebut adalah kalangan internal di pimpinan lembaga anti rasuah tersebut. "Saya sejak awal sudah berpikir, nggak mungkin tukang becak di sebelah rumah saya yang membocorkan," tandasnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya