Berita

sby

Diingatkan, Tak Elok Saling Klaim Mampu jadi Pengganti Anas Urbaningrum

KAMIS, 21 MARET 2013 | 07:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semua kader Partai Demokrat diharapkan tidak grasa-grusu jelang pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) akhir bulan Maret ini di Bali.

Imbauan itu disampaikan Sekretaris Biro Disiplin Pembinaan Organisasi DPP Partai Demokrat Alfrisco kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 21/3).

"Sebaiknya seluruh kader dapat bersabar dan menunggu arahan dan kebijakan Ketua Majelis tinggi PD demi kemajuan PD ke depan," ungkap kader muda Partai Demokrat yang akrab disapa Deddy ini.


Alfrisco mengungkapkan itu terkait mulai bermunculannya kader-kader yang mengaku siap untuk menjadi ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum. Dukung-mendukung bahkan menegasikan calon lain yang dilakukan antar para pendukung pun tak terelakkan belakangan ini.

"Akan sangat kurang elok jika kader-kader PD terus-menerus mengklaim diri menjadi calon ketum PD ke depan. Malah akan membuat kurangnya kondusifitas pelaksanaan KLB ke depan," katanya mengingatkan.

Harapan ia sampaikan sebagai salah satu pengurus Divisi Pembinaan Organisasi DPP PD yang selama ini bertugas ke daerah-daerah dalam melaksanakan konsolidasi Organisasi sesuai yang teruang di AD/ART PD Pasal 26.

Dia menjelaskan, pada ayat 2 dalam pasal tersebut disebutkan, Divisi Pembinaan Organisasi bertugas mempersiapkan konsolidasi partai melalui Musyawarah Daerah, Musyawarah Daerah Luar Biasa, Musyawarah Cabang, dan Musyawarah Cabang Luar Biasa sesuai ketentuan organisasi.

"Dan ayat 3, Divisi Pembinaan Organisasi dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan organisasi dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat," ungkapnya.

Sejauh ini memang sudah ada beberapa tokoh yang mengaku siap menjadi ketua umum. Antara lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa, dan mantan Ketua DPC Cilacap Tri Dianto. Bahkan, Tri Dianto sudah mendeklarasikan diri pada Senin kemarin di kawasan Cikeas. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya