Berita

Ratna-Sarumpaet

Presiden SBY Tak Takut Ancaman Ratna Sarumpaet Cs

KAMIS, 21 MARET 2013 | 05:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan jangan ada langkah-langkah inkonstitusional yang hanya akan mengorbankan kepentingan rakyat karena keguncangan politik dapat berpengaruh pada keguncangan ekonomi dan muaranya justru masyarakat yang mengalami kesulitan.

"Negara kita ini negara demokrasi, rakyat bebas menyampaikan ekspresinya, rakyat tidak dilarang untuk mengkritisi, melakukan sesuatu untuk kontrol pemerintahan, tapi hal yang penting apa yang dilakukan jangan membuat susah semua," kata Presiden dalam wawancara khusus yang ditayangkan salah satu televisi swasta nasional di Jakarta, Rabu malam (20/3).

Misalkan, kata Kepala Negara, tindakan tidak sepatutnya dan membuat politik terguncang, akan menyebabkan ekonomi terganggu, kemudian dunia usaha susah dan akhirnya rakyat yang susah. Presiden mengatakan langkah untuk menyampaikan pendapat maupun hal lainnya sepanjang dalam kerangka demokrasi dibenarkan oleh hukum, namun jangan sampai melewati koridor yang ada.


"Jadi, saya katakan kalau dalam kerangka demokrasi silakan, tapi kalau lebih dari itu negara punya aturan. Saya tidak khawatir karena semua ada aturannya. Kalau ada gerakan pokoknya 25 Maret SBY harus turun, rakyat akan bertanya, apakan keadaan kita dalam kondisi buruk?" kata Presiden, seperti dilansir Antara.

Karena itu, Presiden menegaskan pihaknya akan terus menjalankan roda pemerintahan sebagaimana mestinya karena ada konstitusi dan peraturan hukum yang mengatur hal itu semunya.

Dalam kesempatan wawancara itu, Presiden juga menolak anggapan bahwa pertemuannya dengan sejumlah tokoh politik, tokoh masyarakat dan juga media massa pada pekan lalu merupakan upaya untuk mencari proteksi. "Mereka sampaikan pandangan dan saya berikan penjelasan, kemudian muncul (pendapat) bahwa SBY cari proteksi," katanya.

Presiden mengatakan biasanya yang mencari proteksi adalah penjahat perang atau diktator yang khawatir, lalu ia menjelaskan bahwa pemerintahannya didasarkan pada sistem demokrasi yang baik, masa kepresidenannya pun dipilih oleh rakyat sehingga tidak perlu ada keinginan untuk mencari proteksi. "Saya menjadi Presiden sesuai dengan amanah konstitusi, kenapa saya harus cari proteksi, berlebihanlah tidak benar. Saya akan komunikasi dengan siapapun, komunikasi berlangsung terus dengan siapapun," tandasnya.

Pada tanggal 25 Maret mendatang akan ada gerakan besar-besaran digelar Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) yang dimotori Ratna Sarumpaet Cs.

Sebelumnya mereka memberi tenggat waktu hingga 24 Maret untuk untuk menjalankan lima tuntutan mereka, yang disebut dengan Panca Tuntutan Rakyat kepada SBY. Kelima tuntutan itu adalah nasionalisasi seluruh aset tambang dan migas; selesaikan kasus korupsi dan skandal besar; hentikan liberalissasi impor; turunkan harga-harga; dan hentikan segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM.

Bila tak sanggup SBY menjalankan tuntutan itu, tidak ada pilihan lain, MKRI akan mengultimatum SBY untuk segera mundur atau dimundurkan oleh rakyat. zul

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya