Berita

suswono

Menteri Suswono Akui Koordinasi Pertanian Lebih Baik di Masa Orde Baru

RABU, 20 MARET 2013 | 05:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Pertanian Suswono mengakui koordinasi pembangunan sektor pertanian pada masa Orde Baru lebih baik dibanding saat ini.

"Sekarang petani diberi kebebasan, tidak bisa lagi dipaksa untuk menanam apa," kata Suswono di Pontianak seperti dilansir Antara.

Saat ini, lanjut dia, Kementerian Pertanian hanya dapat memberikan "Kalender Tanam" yang diberikan ke setiap daerah hingga jenjang kecamatan. Melalui kalender tanam tersebut, petani dapat melihat kapan waktu yang tepat untuk menanam komoditas tertentu.


Ia menambahkan, di era otonomi daerah, peran pimpinan daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sangat penting. "Kalau pimpinan daerah peduli dengan sektor pertanian, maka dampaknya akan sangat terasa di daerah itu," kata dia.


Untuk itu, ujar Suswono, guna memberi perlindungan terhadap pangan berkelanjutan, perlu didukung oleh Perda.

Ia menjelaskan, dukungan itu penting mengingat hingga kini belum ada undang-undang khusus yang mengatur tentang pertanian. "Yang ada saat ini, sifatnya parsial. Misalnya UU tentang Kehutanan," ujar politisi PKS itu.

Menurut dia, saat ini 53,58 persen dari petani di Indonesia menguasai lahan hanya kurang dari 0,5 hektare. Sedangkan sekitar 56 persen aset di Indonesia berupa properti, tanah, perkebunan, dikuasai 0,2 persen penduduk Indonesia.

"Dengan kondisi seperti itu, petani tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi mau sejahtera," kata Suswono.

Ia membandingkan petani di negara maju seperti Jerman dimana setiap petani rata-rata menguasai 50 hektare lahan. "Bagaimana petani gurem Indonesia menghadapi petani dari negara maju kalau kondisinya seperti itu," ujar dia.

Namun, lanjut dia, kalau petani menerapkan "integrated farming", hasilnya akan berbeda. Selain itu, ada 25,4 juta hektare lahan sub optimal di Indonesia. "Artinya lahan yang kurang subur, terbatas. Misalnya di daerah rawa, lahan pasang surut," kata dia. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya