Berita

roestanto wahidi

Kader Demokrat Marah Kalau Ada Oknum Catut Program Pemerintah

SENIN, 18 MARET 2013 | 08:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Demi menjaga citra positif sebagai anggota DPR RI yang kerap disebut-sebut sering melakukan korupsi, salah satu kader Partai Demokrat Roestanto Wahidi terus berupaya melakukan sosialisasi atas sepak terjangnya sebagai anggota Dewan kepada masyarakat.

Salah satu yang dilakukan anggota DPR RI Komisi V ini adalah menjelaskan fungsinya sebagai anggota dewan.

Menurut Roestanto selain mengawasi, mengawal dan kontrol serta melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, seperti yang ia lakukan pada Jumat kemarin.


"Empat pilar penting ditanam oleh semua kalangan. Karena terkandung makna yang berarti ini isi dan makna empat pilar tersebut," kata Roestanto dihadapan ratusan warga di Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, seperti dalam rilis yang diterima pagi ini (Senin, 18/3).

Pada kesempatan itu juga, Roestanto memaparkan mengani tugas penting sebagai anggota dewan.
"Tugas dan kewajiban sebagai anggota dewan yakni mengawal dan mengawasi. Jadi itu yang kita lakukan seperti mengawal dan mengawasi program pemerintah yang sudah berjalan. Bilamana program tersebut kurang baik secara proses pengerjaannnya saya berhak menegur," tegas Roestanto.

Bahkan dirinya juga selalu menghimbau kepada masyarakat agar hati-hati kepada oknum-oknum yang mengaku-mengaku telah memperjuangkan program-progran pemerintah seperti Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dedesaan (PPIP).

"Saya selalu bilang kepada warga yang sudah mendapatkan bantuan itu murni tidak ada potongan. Apalagi kalau ada program pemerintah yang sudah turun lalu diklaim minta bagian segera laporkan. Karena tidak ada wewenangnya mereka memintah jatah," kata Ketua DPC PD Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat ini.

Namun ia bersyukur hingga saat ini selama dirinya menjadi anggota dewan dan menyalurkan aspirasi program tidak ada oknum yang meminta jatah atas turunnya program dari pemerintah. Saat bertemu dengan masyarakat di Desa Citapen Roestanto berjanji terus berupaya melaksanakan fungsi dan kewajibannya sebagai anggota dewan dengan baik salah satunya memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Ini sebuah bentuk tanggung jawab saya sebagai anggota dewan pada tahun 2009 terpilih di daerah pemilihan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Karena itu saya juga tidak ingin mengecewakan karena mereka telah memberikan amanah saya duduk sebagai anggota dewan," ujar Roestanto.

Dalam kesempatan itu juga Roestanto melakukan tinjaun kebeberapa desa yang telah mendapatkan bantuan program PPIP diantaran jalan Kampung Ciraden Desan Citapen, Kecamatan Cihampelas, dan program bedah rumah Rutilahu di Desa Cilame Kecamatan Ngamprah.

"Kita mau pastikan saja desa mana saja yang sudah selesai jalannya dan juga rumah-rumah warga yang sudah dapat bantuan program Rutilahu. Tentunya saya datang karena atasdasar permintaan masyarakat," kata Roestanto saat didampangi Kepala Desa Citapen Odih Rustandi.

Semantara itu saat kunjungan, berbagai spanduk terpangpang ucapan terima kasih kepada Roestanto yang telah memperjuangkan jalan warga jadi bagus. "Ini bahagian upaya perjuangan pak Pak Roestanto dari Dewan Demokrat. Bahkan ada rumah warga juga dapat bantuan rumahnya direnovasi. Saya senang kalau ada anggota Dewan seperti Pak Roestanto," ujar Suryati (50). [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya