Berita

blok sebuku/ist

Bisa Dikelola Hingga 10 Tahun, Potensi Gas Blok Sebuku Jadi Rebutan

SABTU, 16 MARET 2013 | 19:44 WIB

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) Wilayah Kalimantan-Sulawesi berjanji akan bersikap netral dalam menyikapi sengketa antara Pemprov Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan yang saling mengklaim sebagai pemilik Blok Sebuku.

"Kami akan berdiri di garis bijak dengan tidak melakukan intervensi terkait sengketa batas dua wilayah, karena masalah batas wilayah itu menjadi ranah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," kata Ngatijan dari SKK-Migas Wilayah Kalimantan-Sulawesi, di Mamuju, Sabtu (16/3).

Menurutnya, persoalan Blok Sebuku ini semakin meruncing setelah publik mengetahui bahwa di wilayah itu ternyata menyimpan potensi gas yang dapat dikelola hingga 10 tahun.


"Penemuan gas Blok Sebuku aman-aman saja walaupun saat ini dua pemerintah provinsi saling klaim sebagai pemilik wilayah pulau tidak berpenghuni itu," ujarnya.

Ia mengatakan, kepemilikan pulau itu saat ini "status quo" setelah Pemprov Kalimantan Selatan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena itu, kata dia, ketika Blok Sebuku ini telah berproduksi, pemerintah akan bersikap adil untuk menentukan bagi hasil atas pengelolaan gas tersebut.

"Sengketa batas wilayah dan pengaturan bagi hasil menjadi ranah pemerintah. Kami dari SKK Migas tetap mengacu pada aturan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Ngatijan menambahkan, pemerintah telah merekomendasikan agar gas Blok Sebuku ini digarap langsung oleh perusahaan "Mubala Development Co" dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Mubala telah menyiapkan dana investasi untuk mengelola gas yang ada di Blok Sebuku. Perusahaan asal Uni Emirat Arab ini telah mendapat persetujuan Pemerintah Indonesia sejak Juli 2008," kata Ngatijan.

Bahkan saat, ini kata dia, perusahaan ini telah memasang pipa sepanjang 300 kilometer dari fasilitas produksi Lapangan Ruby ke Lapangan Senipah yang dikelola Total E&P Indonesie di Kalimantan Timur. [ant/ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya