Berita

uncsw/ist

Dunia

Deklarasi Kekerasan Terhadap Wanita Ditentang Banyak Negara

SABTU, 16 MARET 2013 | 14:42 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Komisi PBB tentang Status Perempuan (UNCSW) telah menyetujui deklarasi tidak terikat yang mengutuk kekerasan terhadap perempuan, pada Jumat (15/3).

"Ini (deklarasi) sangat baik. Ambisius untuk mengambil sikap tegas dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan dan kami senang melihatnya deklarasi ini disetujui," ujar Direktur advokasi dan kebijakan di Koalisi Kesehatan Perempuan Internasional, Shannon Kowalski, Sebagaimana yang dilansir Reuters (Sabtu, 16/3).

Namun demikian, dalam deklarasi itu juga diserukan kepada negara-negara peserta untuk memberikan perempuan dan anak perempuan dengan pendidikan seksual dan alat kontrasepsi.


Seruan ini sontak mendapatkan respon negatif dari berbagai elemen. Para diplomat dan pendukung hak-hak asasi mengatakan Gereja Katolik Roma, Iran, Rusia dan beberapa negara lain menyatakan keberatan mengenai deklarasi ini.

Bahkan Mesir, yang saat ini dikuasai Ikhwanul Muslimin, dengan tegas menyatakan bahwa deklarasi ini akan menghancurkan masyarakat dunia.

Meski begitu, deklarasi ini tetap disetujui setelah dua minggu bernegosiasi di markas PBB di New York, dimana pembicaraan ini melibatkan sekitar 190 negara dan sekitar 6.000 peserta.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya