Berita

SBY Semakin Jelas Paranoid

JUMAT, 15 MARET 2013 | 14:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pertemuan Presiden SBY dengan pimpinan media massa hari ini di Istana semakin mempertegas Kepala Negara itu sedang mencari dukungan politik. Pasalnya, sebelumnya, SBY mengundang Prabowo Subianto, tujuh jenderal purnawirawan, dan pimpinan ormas Islam.

"Tampaknya SBY sudah secara terbuka melakukan manuver mencari dukungan politik dengan menjadikan Istana sebagai rumah terbuka (open house)," ungkap pengamat sosial-politik Martimus Amin (Jumat, 15/3).

Dukungan politik yang digalang ini menunjukkan SBY benar-benar sedang paranoid menyikapi kritik-kritik publik selama ini ditujukan kepadanya dalam menjalankan roda pemerintahan bercampur aduk dengan kepentingan mengurusi soal partainya.


Bayangan paranoid SBY itu, jelas Martimus, terpantul dari pernyataan Jenderal (purn) Luhut Panjaitan tentang pemikiran segelintir orang yang menginginkan SBY turun di tengah jalan harus dilawan.

"Langsung saja kita jawab persoalan. Karena jika kekeliruan cara pikir para jenderal ini tidak diluruskan maka rakyat akan menjadi korban," ungkap Martimus.

Pertama, ketakutan sangat tidak beralasan jika SBY mampu menjadi panglima hukum pemberantasan korupsi, utamanya menuntaskan mega skandal kasus BLBI dan Century yang terkait dengan keterlibatan Boediono Wapresnya sekarang.

Kedua, penegakan hukum harus dilaksanakan pada masa pemerintahannya tanpa pandang bulu. Dalam arti bukan menjadi alat permainan politik. Termasuk mengusut keterlibatan kejahatan korupsi keluarga, meski itu terkait anak dan istrinya.

"Ketiga, apabila supremasi hukum tidak ditegakkan barang tentu menimbulkan krisis kepercayaan publik. Dampaknya jika iklim hukum dan politik tidak kondusif maka pelaku ekonomi kuatir menanamkan investasi dan resah menjalankan bisnisnya," jelasnya.

Indikator-indakor ini harus diperhatikan SBY agar akhir kekuasaan berjalan sukses dan dikenang rakyat. "Bukan jawabannya 'open house'. Hal ini justru membenarkan pandangan SBY benar paranoid. Apa kata masyarakat 'loh kok si bapak sekarang ikut-ikutan melakukan open house'," tandasnya. zul

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya