Berita

Rachland Nashidik

Temui SBY, Prabowo Subianto Disebut Takut Gertakan Rachland Nashidik

SELASA, 12 MARET 2013 | 13:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ditengarai menemui Presiden SBY karena takut ditekan kelompok militer Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.

Apalagi tekanan itu sudah disampaikan secara luas oleh kader SBY sendiri.

"Jadi prabowo sebenarnya takut mengalami tekanan-tekanan dari kelompok militernya SBY, sebagaimana dilansir Rachland Nashidik. Harusnya jangan takut. Justru orang harus melihat Prabowo tidak takut dengan gertakan Demokrat yang dinyatakan Rachland itu," jelas pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Senin, 11/3).



Menurutnya, pernyataan Rachland itu salah satu indikator, bahwa Demokrat mau menjegal dua orang: Prabowo dan Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Golkar. Karena itu, kata Syahganda Nainggolan lagi, mestinya mantan Danjen Kopassus tersebut jangan takut.

"Kalau takut, nanti yang dipersepsi masyarakat dia itu tegar, tegas seperti besi, ternyata tidak apa-apanya. Di depan SBY juga muji-muji. Perspesi masyarakat akan langung seperti itu. Itu akan menurunkan kepercayaan masyarkat terhadap Prabowo nantinya," tandas Syahganda.

Pada akhir Februari lalu, Sekretaris Departemen Pemajuan dan Perlindungan HAM DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik menegaskan Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden. Rachland pun secara terang-terangan bertekad menjegal kedua tokoh itu dalam pilpres 2014. Ia berharap mampu mewujudkan niatnya melalui Partai Demokrat.

“Sebagai seorang mantan aktivis, Partai Demokrat harus mampu mencegah Prabowo dan Ical pada 2014,” kata Rachland ketika itu.

Tapi sehari kemudian, Rachland mengklarifikasi. Katanya, kegagalan penyelamatan partai akan membuat Demokrat tidak bisa mengimbangi partai-partai lain yang sudah memiliki capresnya sendiri. Problem krusial ini tidak pernah diantisipasi Anas Urbaningrum.


Akibatnya, kata Rachland lagi, Demokrat tidak bisa digunakan oleh good guys di dalam dan di luar partai sebagai pintu untuk memberi Indonesia capres yang lebih baik dan mampu mengalahkan capres yang ada saat ini.

"Pada kenyataannya Prabowo dan Ical adalah figur-figur yang sudah secara resmi dimajukan sebagai capres oleh partainya masing-masing. Saya berkeyakinan, Indonesia berhak mendapat Presiden yang lebih baik dari mereka," katanya.

"Keberatan saya pada Prabowo dan Ical tidak seketika mewakili sikap saya pada Golkar dan Gerindra, khususnya apabila dua partai itu mungkin nanti memajukan atau mendukung capres lain yang lebih baik," demikian Rachland. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya