Berita

ilustrasi/ist

KRISIS NIGERIA

Kelompok Ansaru Klaim Telah Bunuh Tujuh Sandera

MINGGU, 10 MARET 2013 | 10:14 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Ansaru, sebuah kelompok militan di Nigeria, mengaku telah membunuh tujuh sanderanya. Ketujuh sandera itu telah diculiknya dari sebuah perusahaan konstruksi pada bulan lalu.

Informan intelijen pun mengatakan kelompok Ansaru sempat menunjukkan gambar yang berasal dari sebuah video. Dalam video yang diungkap pada Sabtu kemarin (9/3/) itu nampak para sandera tewas.

Kelompok Ansaru ini mengaku terpaksa membunuh para sandera karena ancaman pemerintah Inggris dan Nigeria. Kata mereka, pemerintah Inggris dan Nigeria mengancam akan menangkap pelaku penculikan dan membunuhnya, selain menyelematkan sandera.


Sebagaimana yang dilansir AFP (Minggu, 9/3), pada 16 Februari lalu polisi Nigeria mengatakan korban penculikan di Negara Bagian Bauchi ini terdiri atas empat warga Lebanon, satu Inggris, Yunani dan Italia.

Namun pemerintah Nigeria sendiri tidak memiliki informasi atas pembunuhan tersebut dan meragukan kebenaran pernyataan Ansaru itu.

Di Nigeria, Ansaru merupakan kelompok militan yang cukup meresahkan. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya