Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Korut Tolak Resolusi DK PBB Soal Program Senjata Nuklirnya

SABTU, 09 MARET 2013 | 13:11 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Korea Utara secara resmi menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut negeri komunis itu untuk segera mengakhiri program senjata nuklirnya.

"DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) mengecam keras dan benar-benar menolak resolusi mengenai sanksi tersebut kepada kami. Itu hanya produk dari kebijakan bermusuhan AS," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters (Sabtu, 9/3).

Pada Jumat (8/3), Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara yang akan menghambat layanan keuangan atau transfer uang yang membantu program nuklir tersebut. Resolusi itu juga akan memperketat larangan bepergian dan memperkuat inspeksi kargo yang masuk dan keluar dari Korea Utara.


Resolusi kelima untuk Korut sejak tahun 2006 itu bertujuan untuk menghentikan program rudal balistik dan nuklir Korea Utara. Pasalnya, program nuklir Korut telah menyebabkan ketegangan keamanan di semenanjung Korea menjadi kian memanas, terlebih setelah Korut melakukan uji coba nuklir ketiganya pada 12 Februari lalu.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya