Berita

presiden sby/ist

Saurip Kadi: Ada Kekesalan Melihat Polri

JUMAT, 08 MARET 2013 | 15:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kasus penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, oleh sekelompok oknum TNI, sangat diyakini tidak berdiri sendiri.

"Persoalan TNI-Polri ini masalah menunggu waktu. Kasus OKU ini tidak berdiri sendiri," ujar Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi dalam bedah buku "Pilpers Abal-Abal Republik Amburadul" di ruang wartawan gedung Nusantara III, DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 8/3).

Menurut Saurip, kasus OKU adalah gejala dari sebuah masalah yang sangat besar atas kesenjangan yang ada selama ini.


"Rakyat dan prajurit TNI melihat Polri sangat kesal dan marah. Ini yang dirasakan," ungkapnya.

Dia mengatakan, semangat reformasi Polri sudah di luar jalur. Salah satu contohnya dalam beberapa kasus aparat Polri sudah berani menembak serampangan. Apalagi, Polri juga bisa menambah isi pundi-pundi mereka dari semua lini.

"Ini sistemnya sudah salah. Semua kacau, DPR kacau, pemerintah kacau. Apalagi sekarang Polri sudah langsung di bawah presiden dan sudah menjadi alat politik," ungkapnya.

Ia berkesimpulan, saat ini sangat dibutuhkan kepemimpinan nasional. Dan, yang bertanggungjawab menyelesaikan persoalan negara yang amburadul ini adalah Presiden SBY. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya