Berita

ist

Polisi Dicurigai akan Evaluasi Anggotanya agar Video Kekerasan Tak Bocor Lagi

KAMIS, 07 MARET 2013 | 07:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Video kekerasan yang diduga dilakukan aparat yang telah beredar di YouTube cukup membantu publik untuk mengetahui adanya pelanggaran HAM.

Namun, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya menjelaskan, perekaman video pada kasus kekerasan aparat, tentu saja tidak akan bisa berlangsung terus, mengingat yang bisa berdekatan dengan lokasi dan peristiwa kekerasan adalah aparat sendiri.

"Korban maupun masyarakat sebagai saksi kejadian, tidak akan mungkin melakukan perekaman peristiwa semacam di Poso atau di Papua dengan menggunakan alat elektronik," jelasnya (Kamis, 7/3).


Apalagi, pada banyak kejadian, perekaman elektronik terhadap kerja kasar aparat, terutama yang bersinggungan dengan perilaku kekerasan, akan mengakibatkan perlakuan kekerasan pula terhadap yang merekamnya.

Karena itu, dengan dilaporkannya video kekerasan di Taman Jeka, Poso oleh Ormas Islam kepada Kapolri belum lama ini, sudah pasti akan diadakan evaluasi internal terhadap seluruh kesatuan, agar video bocor semacam itu tidak terulang lagi.

Dengan demikian, evaluasi terhadap pelaku pelanggaran HAM, kemungkinan bukannya berkurang, namun malah bertambah karena wahana untuk merekam dan mengabadikan proses penyiksaan akan dibatasi atau mungkin ditiadakan.

"Unit Identifikasi Polri yang terkait pendokumentasian, perekaman, dan sebagainya, sudah pasti akan diperketat. Pelibatan lembaga lain yang kemungkinan bisa membocorkan perilaku pelanggaran HAM juga akan dikurangi," imbuh Mustofa, Staf Khusus Silaturahmi Organisasi dan Lembaga Islam (SOLI) Tingkat Pusat yang turut dalam pertemuan dengan Kapolri saat penayangan video. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya