Berita

Kader Malu Petinggi Demokrat Merengek-rengek ke KPU

SELASA, 05 MARET 2013 | 17:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat tidak selayaknya meminta dispensasi kepada Komisi Pemilihan Umum terkait syarat pengajuan daftar caleg sementara (DCS) pasca Anas Urbaningrum mundur sebagai Ketua Umum.

Mengingat, Demokrat adalah partai pemenang Pemilu 2009, ditambah Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono, selalu menekankan pentingnya berdemokrasi yang santun dan penuh nilai.

"Sungguh, sebagai salah satu kader, saya malu atas sikap kader lainnya yang jutru tidak memberikan keteladanan dalam berdemokrasi dengan cara minta dispensasi ke KPU terkait pencalegan," ujar Sekretaris Bidang Agama DPP Partai Demokrat Mamun Murod Al Barbasy kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 5/3).


Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Amir Syamsuddin berharap KPU memberikan dispensasi dengan membuat aturan yang mengakomodir kondisi PD saat ini. Namun, Amir menjelaskan, langkah itu bukan bermaksud mendikte KPU.

Menurut Mamun Murod, melanjutkan keterangannya, kalau memang merasa tidak yakin pelaksana tugas ketua umum sah menandatangani DCS, mestinya Partai Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) agar status ketua umum defenitif.

"KLB itu keniscayaan, nggak bisa ditawar. Siapa bilang kita punya mekanisme untuk angkat Plt? Nggak ada itu," tegasnya.

"Selain itu, melalui KLB, siapapun yang terpilih akan mendapat legitimasi kuat dari akar rumput. Jangan dipahami KLB sebagai media 'adu kuat' antar faksi yang ada. KLB harus dimaknai sebagai mekanisme organisasi yang bisa menjawba keragu-raguan Plt di hadapan KPU," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya