Berita

Dahnil Anzar Simanjutak

Tahun Politik Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

SELASA, 05 MARET 2013 | 09:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Target pertumbuhan ekonomi di APBN 2013 yang dipatok berkisar 6,6 sampai dengan 6,8 persen akan ditinjau ulang oleh pemerintah.

Peninjauan ulang itu dilakukan ditengarai bukan sekadar karena alasan alasan eksternal dimana pemerintah Amerika Serikat gagal menekan defisit anggaran pada 2013 ini sehingga memangkas pertumbuhan ekonomi AS sampai 50 persen.

"Tapi menurut saya, selain karena faktor internal seperti inflasi yang tinggi pada tahun ini, serta faktor politik 2013 dan 2014 yang akan banyak mempengruhi realisasi pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2013, demikian pula 2014 nanti," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjutak (Selasa, 5/3).


Dahnil mengakui, pasar sebenarnya telah terbiasa dengan dinamika politik di Indonesia, khususnya pasar modal dan pasar uang. Tetapi tidak demikian dengan pasar ekonomi riil.

Karena itu, pertama investor masih menunggu kepastian perbaikan kebijakan pemerintah berkaitan dengan Infrastruktur dan birokrasi, terutama yang berkaitan dengan perizinan di daerah.

Kedua, tahun politik akan menyebabkan realisasi anggaran di seluruh kementerian akan terganggu apalagi dengan kasus-kasus korupsi yang masih menjadi isu politik di tahun politik jelang pemilu 2014 nanti.

"Sehingga dipastikan kinerja pemerintah merealisasikan APBN dalam bentuk program-program pembangunan pasti akan terganggu sehingga pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2013 pasti sangat berat," ungkap Dahnil.

"Dan saya lihat Menteri Keuangan menyadari hal ini. Namun tidak mungkin mengungkapkan ke publik berkaitan argumentasi tahun politik yang menghambat kinerja pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 2013 sesuai target," sambung pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya