Berita

ray rangkuti

Masih Ada Waktu, Lebih Baik Demokrat Gelar KLB Daripada Merengek-rengek ke KPU

SENIN, 04 MARET 2013 | 10:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Permintaan dispensasi pengajuan daftar caleg tak ditandatangani ketua umum seperti disampaikan politikus senior Partai Demokrat jelas mengundang perasaan tidak adil dari parpol-parpol yang tidak diloloskan KPU sebagai peserta pemilu, lebih khusus kepada PKPI yang sudah mendapat keputusan Bawaslu diloloskan sebagai peserta pemilu tetapi tidak dilaksanakan oleh KPU.

Bahkan putusan DKPP tak memberi dispensasi apapun kepada parpol yang karena kelalaian KPU menanggung akibat memiliki waktu pendek untuk konsolidasi verifikasi faktual. Jika ada dispensasi dalam pemilu, mestinya parpol-parpol ini tepat mendapat dispensasi.

Demikian disampaikan Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti (Senin, 4/3) menanggapi pernyataan Amir, yang juga Menteri Hukum dan HAM yang disampaikan kepada pers seusai pertemuan dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu kemarin.


"Alasan bahwa partai Demokrat mengalami suatu kejadian tak terduga, tidak dapat diterima sepenuhnya. Sebab, jika dilihat dari aspek waktu, cukup banyak waktu yang tersedia bagi Partai Demokrat untuk segera melaksanakan Kongres Luar Biasa guna menetapkan Ketua Umum baru," jelas Ray.

Ray menjelaskan, tahapan pendaftaran anggota DPR dimulai tanggal 9 hingga 15 April 2013. Sementara Anas Urbaningrum berhenti dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat terhitung sejak 23 Februari yang lalu. Artinya tersedia waktu satu setengah bulan untuk memastikan adanya Ketua Umum baru Partai Demokrat.

"Tentu saja cara ini bisa ditempuh jika pejabat pelaksana partai fokus untuk segera menggelar KLB. Hanya saja, karena pelaksana kegiatan dan kebijakan Partai saat ini diserahkan sepenuhnya kepada Majlis Tinggi yang anggota-anggotanya merupakan presiden dan menteri aktif, pelaksanaan KLB nampaknya  butuh waktu," ungkapnya.

"Hal ini merupakan kerugian tersendiri bagi Demokrat. Kerugian yang tidak bisa ditanggungkan kepada bangsa ini. Sekarang saja, Presiden yang sekaligus Ketua Majlis Tinggi Demokrat sedang berkunjung ke Jerman. Jabatan rangkap SBY sebagai Presiden dan sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai, memang tidak ideal. Langkah itulah yang ditempuh oleh SBY. Dan kini, Demokrat meminta dispensasi," demikian Ray. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya