Berita

ILUSTRASI

Dunia

Lagi, Bom Motor Membunuh 2 Tentara Thailand

MINGGU, 03 MARET 2013 | 15:53 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Dua tentara tewas dan 11 orang lainnya terluka dalam ledakan bom motor di Thailand yang diduga dilakukan oleh gerilyawan pada Sabtu (2/3).

Ledakan di sebuah jalan di provinsi Yala, mengikuti serangkaian bom motor sehari sebelumnya (Jumat, 1/3) terjadi di provinsi Narathiwat, yang menyebabkan enam orang terluka.

Serangan itu terjadi dua hari setelah kesepakatan penting antara pemerintah Thailand dan Barisan Revolusi Nasional (BRN) untuk memulai perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang sejak tahun 2004.


Sebagaimana yang dilansir Reuters (Minggu, 3/3), perjanjian yang ditengahi oleh Malaysia dan ditandatangani di Kuala Lumpur tersebut, mengharapkan kedua belah pihak untuk memulai pembicaraan awal dalam dua minggu ke depan.

Seorang pengamat HAM, Sunai Phasuk, mengatakan bahwa serangan pasca
penandatanganan perdamaian dialog cocok dengan pola elemen radikal yang menentang pembicaraan dengan pihak berwenang Thailand.

Barisan Revolusi Nasional, yang merupakan kelompok pemberontak muslim, merupakan satu dari beberapa kelompok yang dituding sebagai penyebab kerusuhan di Thailand. Beberapa serangan terjadi baru-baru ini juga meningkat di wilayah perbatasan antara Thailand dan Malaysia, yang didominasi oleh penduduk muslim. Hal ini lantaran karena kelompok pemberontak muslim tersebut menolak diatur pemerintah Thailand yang beragama Buddha. [wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya