Berita

presiden sby

SBY Menuduh Diri Sendiri!

MINGGU, 03 MARET 2013 | 15:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kisruh dan prahara di tubuh Partai Demokrat ditambah isu korupsi yang menerpa keluarga Presiden SBY tampaknya telah menyebabkan Kepala Negara panik luarbiasa.

Selain harus menyelamatkan keluarga dan nama besarnya, SBY juga harus menjaga kursi presiden yang mungkin bisa jatuh ke pihak lain.

"Untuk itu, SBY harus memanage isu agar mimpi buruk ini tidak terjadi. Bagaimanapun, SBY tidak akan membiarkan anak dan isterinya diborgol KPK suatu saat," ujar Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 3/3).


"Kepanikan dan instasibilitas politik SBY di Demokrat, tidak tertutup kemungkinan menyebabkan muncul ide-ide kreatif brilian misalnya memunculkan isu seperti tersebut di atas dengan tujuan mencegah terjadinya instabilitas politik. Namun, ide seperti itu rawan menyebabkan korban fitnah di pihak lain," sambung Mustofa.

Mustofa mengungkapkan itu terkait pernyataan Presiden SBY sesaat sebelum berangkat ke Jerman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/3) pagi, yang mengaku dari hasil pemantauannya dan juga informasi dari intelijen tahun ini akan ramai isu-isu yang memojokkan dan mengganggu pemerintahannya dari kelompok tertentu.

"Persoalan dugaan pelanggaran HAM Densus 88 yang hingga kini sudah menyebabkan terbunuhnya jiwa dan cacat badan seumur hidup para korbannya, banyaknya koruptor, konflik horisontal di berbagai sudut, menjadi bukti bagaimana SBY gagal memimpin pemerintahan ini," tegas Mustofa, yang juga aktivis muda Muhammadiyah ini.

Karena itu, menurutnya, dengan menuduh adanya kelompok yang ingin membuat situasi gonjang-ganjing, sebenarnya SBY sama saja menuduh dirinya sendiri.

Putra SBY yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono belakangan ini ramai diisukan juga kecipratan urang dari proyek Hambalang. Tak hanya itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono disebut juga menerima aliran dana dari PT Pertamina. Meski semua itu telah dibantah oleh Demokrat dan Ibas sendiri.

"Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. 1000 persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini," kata Ibas dalam keterangan persnya Rabu (27/2) lalu. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya