Berita

Mustofa B. Nahrawardaya

Sering Ngaco, Peringatan SBY Tak Perlu Dianggap Serius

MINGGU, 03 MARET 2013 | 15:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tuduhan bahwa adanya kelompok yang mau bikin gonjang-ganjing dan menganggu jalannya pemerintahan seperti disampaikan Presiden SBY sebelum bertolak tadi pagi ke Jerman tidak perlu ditanggapi serius. Apalagi SBY menyebut informasi itu dia peroleh dari dari intelijen.

Hal itu disampaikan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/3).

Kenapa?


"Informasi dari intelijen yang diterima SBY sering tidak akurat," jawab Mustofa.

"Contohnya, informasi intelijen adanya kelompok teroris yang mengincar dirinya dengan menunjukkan foto penembakan terhadap foto diri SBY. Ternyata itu informasi salah dan usang," sambung Mustofa.

Pada Juli 2009 lalu, Presiden SBY memang menunjukkan ke masyarakat foto dirinya yang dijadikan sasaran tembak oleh orang yang ia sebut sebagai teroris. SBY mengungkapkan itu setelah pemboman di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton dan saat saat masyarakat sedang menunggu hasil akhir penghitungan suara pilpres.

"Ini laporan intelijen, bukan fitnah bukan isu. Ada rekaman videonya, ada fotonya. Saya mendapatkan laporan beberapa saat lalu," ujar SBY saat itu.

Tapi saat itu, banyak orang yang menilai foto gambar wajah Presiden SBY yang dijadikan sasaran tembak teroris adalah foto lama.

"Itu foto-foto latihan perang sewaktu kasus kerusuhan Poso," kata bekas anggota Komisi I DPR Permadi saat itu sambil menambahkan foto-foto itu pernah diperlihatkan mantan Kepala Badan Intelejen Negara AM Hendropriyono dalam RDP dengan Komisi I beberapa tahun lalu.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya