Berita

ilustrasi

Aneh, Tahu Ada yang Mau Ganggu Kok SBY Tetap ke Jerman

MINGGU, 03 MARET 2013 | 14:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai Kepala Negara, tentu peringatan Presiden SBY bahwa tahun ini akan ada kelompok dan elit politik tertentu yang memojokkan dan mengganggu jalannya pemerintahan harus ditanggapi serius.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR Indra kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/3).

"Pernyataan seorang Presiden di publik atas dugaan adanya kelompok-kelompok dan elit politik yang ingin membuat negara gonjang-ganjing dan instabilitas politik, menunjukan hal ini sudah akut dan merupakan pernyataan yang serius," kata Indra.


Oleh karena itu, apabila dugaan atau anasir-anasir tersebut benar adanya dan tidak mengada-ada, menurut Indra, seharusnya SBY tidak pergi keluar negeri.

"Seharusnya SBY berkonsentrasi mengantisipasi, menyikapi, menyelesaikan masalah tersebut. Lagi-lagi apabila benar dan tidak mengada-ada bahwa ada kelompok atau elit politik yang akan membuat tindakan dekstruktif dan melanggar hukum. Maka seharusnya diantisipasi dengan alat nagara yang berada di bawah komando presiden dan kalau perlu disikapi dengan penegakan hukum," tegas Indra.

"Bukannya curhat atas kegalaunnya yang tidak produktif seperti ini," sambung Indra, politikus muda PKS ini.

Sesaat sebelum berangkat ke Jerman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/3) pagi, SBY mengaku dari hasil pemantauannya dan juga informasi dari intelijen tahun ini akan ramai isu-isu yang memojokkan dan mengganggu pemerintahannya dari kelompok tertentu.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya