Berita

kecelakaan truk/ist

Kecelakaan Bertubi-tubi, Bukti Ada Yang Salah dalam Manajemen Transportasi Darat

SABTU, 02 MARET 2013 | 19:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kecelakaan transportasi angkutan darat kian mengkhawatirkan. Dalam sepekan saja, lebih dari 20 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka serius maupun luka ringan akibat kecelakaan transportasi di jalan raya. Di Simalungun, Sumatera Utara, bus yang membawa para pelajar SMA masuk ke sungai (Kamis, 28/2). Di hari yang sama, di Tanjung Pinang, Kepulauan Seribu, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan enam mobil dan satu sepeda motor. Dan sehari sebelumnya (Rabu, 27/2), kecelakaan maut juga terjadi di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat.

"Saya sangat prihatin dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada para korban kecelakaan, terutama korban yang meninggal dunia. Harus dipastikan bahwa pemerintah tidak boleh lalai dalam memberikan santunan dan bantuan kepada para korban," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar dalam keterangan pers yang diterima sesaat lalu (Sabtu, 2/3).

Menurut Marwan, kecelakaan darat yang bertubi-tubi menunjukkan ada yang salah dalam manajemen transportasi darat. Jika pangkal kecelakaan darat tidak segera dibenahi dan dievaluasi secara total, kecelakaan akan terus terulang. Ini akan membuat wajah transportasi Indonesia semakin buruk dan masyarakat kehilangan kepercayaannya terhadap transportasi darat. "Bahkan jika Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub merasa sudah tidak mampu menjalankan tugasnya, sebaiknya mundur saja," tegas Marwan yang juga anggota Komisi Perhubungan DPR ini.


Karena itu, Marwan meminta antar instansi pemerintah meningkatkan kerjasama demi terwujudnya transportasi publik yang aman dan nyaman dengan harga terjangkau. Sebab, penyelenggara, penanggung jawab dan pengawas transportasi darat tidak semata berada di pundak Kemenhub. Kepekaan dan kepedulian pemerintah sangat dibutuhkan demi mencegah jatuhnya korban jiwa dijalan raya. "Evaluasi secara serius dan total sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kasus-kasus serupa yang sudah sangat sering terjadi," ungkapnya.

Dalam pandangan Marwan, kecelakaan angkutan darat umumnya disebabkan empat faktor, yakni sarana, prasarana, human error dan faktor alam. Namun dalam hal ini, dia meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta pihak terkait segera bertindak cepat dan secara serius untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan, sehingga tidak hanya satu pihak yang disalahkan dalam hal ini sopir.

Peraturan perundang-undangan tentang transportasi darat sudah cukup baik untuk menjamin terciptanya zero accident. Hanya saja dalam pelaksanaannya masih kurang optimal. Untuk itu, Marwan mendesak penegakan hukum yang tegas di jalan raya, termasuk menindak pengusaha transportasi darat yang lalai menjalankan kewajibannya.

"Saya mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan dan memberantas segala bentuk pungutan liar (pungli) di jalan raya yang sudah sangat kronis. Pungli membuat para pengusaha transportasi darat rugi besar secara bisnis, sehingga perawatan dan pemeliharaan kendaraan seta kesejahteraan awaknya cenderung terabaikan. Hasil satu penelitian menyebutkan, maraknya pungli turut memicu kecelakaan darat, karena pungli oleh petugas lapangan nilainya mencapai sekitar Rp 25 triliun per tahun," demikian Marwan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya