Berita

prabowo-sby

Ajak Rakyat Dukung SBY, Maklum Prabowo Subianto Lagi Pedekate

JUMAT, 01 MARET 2013 | 14:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Imbauan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto agar rakyat Indonesia mendukung Presiden Republik Indonesia SBY membawa negara ini ke arah yang lebih baik bukan sesuatu yang luar biasa. Apalagi Prabowo juga tentu sudah tahu, meskipun SBY dikritik banyak orang, tetapi tidak ada celah untuk menjatuhkannya di tengah jalan.

"Jadi itu pertanyaan normatif. Kalau bicara pesan, secara substansi tidak ada hal baru. Karena semua orang mendukung Pak SBY hingga 2014," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/3).

Tetapi, menurut Gun Gun, kalau dilihat dari konteks Prabowo mengungkapkan itu memang menarik untuk dicermati. Menurut Gun Gun, saat ini, hampir semua kekuatan partai politik melakukan political mapping atau pemetaan politik. Dan salah satu pemetaan politik yang bisa dilakukan adalah dengan menciptakan kondisi psiko politik yang memungkinkan berbagai kekuatan potensial saling mengakomodasi atau melakukan penjajakan.


"Seperti proses komunikasi politik yang dibangun Prabowo dulu dengan Bu Mega  hingga akhirnya deal dia menjadi calon RI 2," jelasnya.

Karena itu, mulai saat ini, berbagai partai politik yang akan bertarung di 2014 terutama yang sudah mempunyai calon presiden, tentu akan menjaga kondisi psiko politik terutama dengan kekuatan potensial yang diajak bisa mendukung figur yang bersangkutan.

"Contoh, Prabowo tentu sudah berhitung bahwa Demokrat saat ini bukan Demokrat 2004 atau 2009, yang punya figur SBY. Demokrat saat ini yang mengalami kiris kepemimpinan," jelasnya.

Kiris kepemimpinan Demokrat itu menjadi peluang bagi partai yang sudah punya calon seperti Gerindra untuk melakukan pendekatan. Karena memang, Prabowo sudah pasti akan didukung Gerindra.

"Prabowo kan sudah tidak ada masalah di Gerindra. Tinggal dia mencari insentif elektoral dengan kekuatan lain. Partai Demokrat di saat krisis, sangat mungkin diajak berkomunikasi. Jadi itu bagian dari komunikasi politik. Itu hal biasa sudah lumrah meski dulu misalnya bermusuhan. Itulah seninya politik. Dulu bermusuhan, bisa jadi berkawan," tandasnya.

Seperti dilansir harian Jurnal Nasional dan menjadi headline hari ini,  Prabowo Subianto menyatakan, agar rakyat Indonesia mendukung Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Mantan Panglima Kostrad, itu juga meminta semua pihak fokus dalam membangun bangsa Indonesia yang saat ini mengalami degradasi politik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo khusus Jurnas di Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/2), sesaat sebelum menghadiri kampanye terbuka calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu ‘“ Soekirman.

Menurut Prabowo, di bawah kepemimpinan SBY, rakyat Indonesia masih mengharapkan perubahan. Mantan Komandan Kopassus, itu optimistis, Indonesia bisa terus berubah hingga tahun 2014 mendatang, jika semua elemen bersatu dan tidak terpecah belah seperti saat ini.

Diminta tanggapannya atas pernyataan Prabowo tersebut, kepada Jurnal Nasional, Presiden SBY menyatakan, "Jenderal Prabowo adalah sahabat saya. Sewaktu sama-sama bertugas di TNI, kami memiliki cita-cita, semangat dan kiprah yang sama, yaitu ingin membangun tentara yang maju, profesional dan modern.‘

Lebih jauh, Presiden SBY menyatakan, “Kami sama-sama mencintai Sang Merah Putih. Kami juga sama-sama mengemban tugas di medan-medan pertempuran. Bukan hanya sekali dua kali. Bukan hanya setahun - dua tahun. Untuk negara yang kita cintai ." [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya