Berdasarkan hasil survei National Leadership Center (NLC) yang bekerja sama dengan lembaga riset internasional Taylor Nelson Sofres (TNC) elektabilitas Partai Demokrat 8 persen. Tapi, elektabilitas itu diprediksi bakal menurun pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.
"Kalau Pemilu mungkin 5 persen," ujar pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/3).
Melorotnya elektabilitas partai pemenang Pemilu 2014 itu karena rakyat menghukumnya.
"Persepesi rakyat, partai ini besar karena hasil korupsi, baik dana Century, dana Hambalang. Itu yang membuat rakyat menghukum. Pilkada-pilkada saja nggak pernah menang Demokrat," ungkapnya.
Kalau mau dipercaya rakyat lagi, menurut Syahganda, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY harus bertaubat kepada Allah SWT dan meminta maaf kepada publik. Pasalnya, SBY sudah membangun demokrasi di Indonesia dengan cara-cara kotor.
"Sebagian kan sudah terungkap. Bendahara Umum Nazaruddin, Angelina Sondakh Wakil Sekjen, Andi Mallarangeng Sekretaris Dewan Pembina. Nah sekarang, Ketua umumnya (Anas Urbaningrum) juga tersangka. Artinya dia sudah harus bertaubat," tegas Syahganda.
"Karena (SBY) salah dalam mengurus demokrasi. Demokrasi nggak boleh pakai uang curian. Ini sekarang kan uang itu mengalir ke pimpinan-pimpinan (Demokrat). Orang mengatakan itu oknum, kalau sendiri. Tapi kalau sudah banyak, masak masih oknum," imbuhnya.
Justru, masih kata Syahganda, kalau partai dibangun atas hasil korupsi, harusnya dibubarkan. "Karena nggak boleh partai dibiayai pakai hasil korupsi," demikian Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle ini.
[zul]