Berita

sby

SBY Harus Taubat kepada Allah dan Minta Maaf kepada Publik

JUMAT, 01 MARET 2013 | 13:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Berdasarkan hasil survei National Leadership Center (NLC) yang bekerja sama dengan lembaga riset internasional Taylor Nelson Sofres (TNC) elektabilitas Partai Demokrat 8 persen. Tapi, elektabilitas itu diprediksi bakal menurun pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.

"Kalau Pemilu mungkin 5 persen," ujar pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/3).

Melorotnya elektabilitas partai pemenang Pemilu 2014 itu karena rakyat menghukumnya.


"Persepesi rakyat, partai ini besar karena hasil korupsi, baik dana Century, dana Hambalang. Itu yang membuat rakyat menghukum. Pilkada-pilkada saja nggak pernah menang Demokrat," ungkapnya.

Kalau mau dipercaya rakyat lagi, menurut Syahganda, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY harus bertaubat kepada Allah SWT dan meminta maaf kepada publik. Pasalnya, SBY sudah membangun demokrasi di Indonesia dengan cara-cara kotor.

"Sebagian kan sudah terungkap. Bendahara Umum Nazaruddin, Angelina Sondakh Wakil Sekjen, Andi Mallarangeng Sekretaris Dewan Pembina. Nah sekarang, Ketua umumnya (Anas Urbaningrum) juga tersangka. Artinya dia sudah harus bertaubat," tegas Syahganda.

"Karena (SBY) salah dalam mengurus demokrasi. Demokrasi nggak boleh pakai uang curian. Ini sekarang kan uang itu mengalir ke pimpinan-pimpinan (Demokrat). Orang mengatakan itu oknum, kalau sendiri. Tapi kalau sudah banyak, masak masih oknum," imbuhnya.

Justru, masih kata Syahganda, kalau partai dibangun atas hasil korupsi, harusnya dibubarkan. "Karena nggak boleh partai dibiayai pakai hasil korupsi," demikian Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya