Berita

Jangan Ada Pemaksaan di KLB Demokrat!

JUMAT, 01 MARET 2013 | 12:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kader-kader Partai Demokrat belum mengetahui akan memilih siapa andai Kongres Luar Biasa digelar untuk menentukan siapa pengganti Anas Urbaningrum. Karena sampai saat belum jelas siapa saja yang bakal mencalonkan diri.

"Karena belum tahu siapa-siapa yang nantinya akan tampil memperebutkan ketua umum, kita belum bisa punya penilaian akan memilih siapa. Kecuali sudah muncul siapa tokoh yang akan maju," ujar Ketua DPC Partai Demokrat Purworejo, Abdullah kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/3).

Tapi belakangan ini sudah mulai muncul nama-nama yang disebut layak jadi ketua umum. Di antaranya, Edhie Baskoro Yudhoyono, Marzuki Alie, Sukarwo, dan bahkan Edhie Pramono Wibowo.


"Nama-nama boleh beredar. Tetapi secara resmi juga belum. Tapi kalau bicara hak, siapapun punya hak. Saya pun berhak mencalonkan diri jadi ketua umum. Kan boleh," ungkapnya.

Namun, dia memastikan, pemilihan tidak boleh dipaksakan. Kalau memang peserta tidak satu suara, jangan dipaksakan untuk aklamasi.

"Aklamasi itu boleh-boleh saja karena itu bagian dari demokrasi sepanjang semua peserta kongres atau KLB sepakat. Tapi kalau ada perbedaan-perbedaan pendapat, tentu one man one vote harus jalan, harus pemilihan," jelasnya.

Sebelumnya, politikus senior Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana mengungkapkan, untuk menentukan siapa ketua umum tidak akan menggelar pemilihan terbuka, seperti saat Kongres di Bandung Mei 2010 lalu.

"Kemungkinan Kongres Luar Biasa juga tidak akan menggunakan mekanisme pasar seperti kemarin itu, yang hirup pikuk. Kita akan cari tokoh nanti. Mungkin kita akan aklamasi. Itu jauh lebih bagus untuk penyelamatan partai," katanya kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 26/2).[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya