Berita

dahnil anzar simanjuntak

Dua Penyebab Desentralisasi Gagal Perkecil Kesenjangan Antar Daerah

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 15:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Otonomi daerah dan desentralisasi gagal memperkecil kesenjangan ekonomi antar daerah (horizontal imbalance).

Ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, penyebabnya ada dua hal. Pertama, lemahnya konektivitas dan harmonisasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Belum lagi, permasalahan domestik, konektivitas antar kabupaten/kota di dalam satu provinsi yang juga lemah dan tidak jelas.  Padahal pembangunan ekonomi bertumpu pada kekuatan daerah mendorong investasi riil.


"Akumulasi-akumulasi kegiatan ekonomi daerah yang kuat itulah yang menjadi kekuatan ekonomi nasional," jelas Dahnil, yang juga pengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini, (Rabu, 27/2).

Kedua, pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah bermasalah. Misalnya, soal mekanisme DAU (dana alokasi umum). Tujuan DAU utamanya adalah untuk memperkecil kesenjangan fiskal antar daerah. Tapi faktanya, justru memperlebar kesenjangan karena lobi-lobi pemerintah daerah ke DPR dan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan untuk mempengaruhi besaran DAU yang bisa diterima.

Pasalnya, formulasi baku DAU banyak dilanggar karena lobi politik tersebut. Sehingga daerah yang memiliki kapasitas fiskal lemah belum tentu mendapat DAU lebih besar dari daerah yang memiliki kapasitas fiskal besar.

"Jadi, catatan pentingnya adalah kita tidak bermasalah pada sistem otonomi atau desentralisasi keuangannya. Tetapi masalah utama pencapaian ekonomi melalui anggaran negara sulit mendorong kesejahteraan dan perbaikan ekonomi yang lebih maksimal adalah karena permasalahan politik yang selalu mendistorsi pembangunan ekonomi kita. Politisi yang destruktif dalam kegiatan politiknya, dan mengganggu maksimalisasi kesejahteraan ekonomi," demikian Dahnil.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya