Berita

anas urbaningrum

Jangan Sampai Perlawanan Anas Urbaningrum Kontraproduktif

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 12:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anas Urbaningrum berhak untuk melakukan perlawanan, baik melalui hukum maupun politik terhadap kekuatan yang dianggap telah menghancurkan karier politiknya.

Namun mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu juga disarankan tetap harus berfikir dan bertindak secara nalar serta hati-hati agar aksi perlawanan tersebut bukan malah memukul balik ke arahnya atau dimanfaatkan pihak-pihak yang memiliki agenda dan kepentingan politik yang berbeda sama sekali.

"Gejala terakhir itu sudah tampak dengan 'dukungan' dan 'simpati' para politisi terhadapnya, bahkan gerakan anti-SBY yang mengggunakan namanya," jelas pengamat politik senior AS Hikam (Rabu, 27/2) menanggapi munculnya spanduk Aliansi Nasional Anti SBY (ANAS).


Karena itu, menurut Hikam, Anas Urbaningrum lebih baik fokus kepada kepentingan utamanya, yakni memertahankan survival politik dan hukum. Jika ia tergoda menjadi "panglima" gerakan anti Pemerintah dan SBY itu, misalnya, dikuatirkan malah akan kontraproduktif.

"Bukan saja perlawanan menjadi tidak jelas, tetapi juga menyurutkan simpati pihak yang genuine mendukungnya," demikian mantan politikus PKB yang pernah menjadi Menristek ini.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya