Berita

Ini Bukti KPK Tak Serius Bongkar Siapa Pembocor Sprindik Anas Urbaningrum

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 12:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komite Etik bentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru hari ini mulai bekerja menemukan siapa pembocor draft surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum terkait, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat.

Padahal, sudah hampir dua minggu dokumen sprindik KPK itu bocor.

"Jeda antara tersebarnya sprindik dengan pembentukan komite etik ini terasa sangat lama. Padahal, jauh-jauh hari KPK sudah menyatakan bahwa dokumen yang beredar adalah salinan dokumen yang sah. KPK seperti mengabaikan betapa penting mengusut kasus ini," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti Rabu (27/2).


Dia menjelaskan, pengabaian itu semakin terlihat dari lamanya waktu yang dibutuhkan Komite Etik untuk mengungkap pembocor sprindik, yaitu satu bulan. Menurutnya, waktu satu bulan dirasa lama bila dilihat dari beberapa faktor, antara lain bocornya sprindik sudah berkembang sejak sekitar dua pekan lalu, dan menurut KPK dokumen itu sah. Kemudian, lingkup kasus ini juga tidak terlalu luas. Hanya berada di lingkaran KPK yang titik tekannya mencari siapa pembocor pertama dokumen sprindik tersebut.

"Dengan bantuan teknologi akan bisa cepat melacak siapa yang mengirim pertama kali dokumen tersebut kepada masyarakat, khususnya kepada staf khusus presiden," kata Ray.

Dia menambahkan, karena persoalan ini hanya berkisar di lingkungan KPK, mestinya akan jauh lebih mudah diungkap. Yang berarti kerja komite etik akan jauh lebih mudah karena dibantu dengan jargon KPK "Berani Jujur, Hebat."

"Artinya, karena sudah hampir dipastikan aktor utamanya ada di lingkungan KPK maka seyogyanya jargon itu memudahkan komite etik KPK melakukan pelacakan. Mereka yang melakukannya tentu dituntut untuk jujur dan terbuka," katanya.

Menurut Ray, jika penting, tanpa dilacakpun semestinya sudah terbuka siapa yang melakukan pembocoran pertama kali. Karena itu, waktu yang dijadwalkan untuk mengungkap pembocor sprindik selama satu bulan justru berkesan bahwa KPK tidak serius.

"Seperti menganggap tidak penting untuk mengungkapnya atau bahkan terkesan hendak menghindar. Karena ada fameo, satu kasus bila semakin lama diungkap, semakin jauh perhatian masyarakat atasnya. Apakah ini yang hendak ditarget KPK?" demikian Ray.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya