Berita

Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul Tertawa Termehek-mehek Melihat Orang-orang Kunjungi Anas Urbaningrum

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 09:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tak hanya simpatisan, sejumlah tokoh juga menyambangi rumah Anas Urbaningrum untuk memberikan dukungan moral. Tapi politikus Demokrat, Ruhut Sitompul mengaku tertawa termehek-mehek menyaksikan para tokoh yang mendatangi mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu.

"HT (Hary Tanoe) kakaknya pernah jadi tersangka. Dulu datang ke SBY minta tolong, tapi ditolak. Mahfud MD kau tahu dong, apa keinginannya kepada SBY. Yudhi (Chrisnandi) dulu mau jadi Menpora. Sudah lah, kalau kita melihatnya tertawa termehek-mehek. Jangan ada dusta di antara kita," kata Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 27/2).

Tak hanya itu, Ruhut juga mencibir pernyataan kuasa hukum Anas Urbaningrum, Otto Hasibuan, yang menyebut kemungkinan ada ratusan pengacara yang akan membela tersangka kasus proyek Hambalang itu karena bentuk keprihatinan.


"Itu pengacara yang mau bela tidak ngerti hukum, Anas juga tidak tahu hukum. Kita (pengacara) tidak boleh melamar, kecuali diminta. Artinya apa, itu hanya ingin beken. Kami lawyer itu ketawa. Jadi jangan samakan aku dengan mereka. Aku lawyer yang diminta bukan minta-minta kasus," ungkapnya.

Karena itu, Ruhut menyimpulkan, semua orang yang menyambangi Anas punya maksud terselubung. "Ini manusia-manusia yang ada udang di balik bakso," kata politikus nyentrik ini bertamsil.

Dikutip dari sebuah media, Otto Hasibuan mengklaim ada ratusan pengacara yang bakal terlibat membela kliennya, Anas,  menghadapi masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Otto, ini bentuk keprihatinan kepada mantan ketua umum Partai Demokrat itu.

"Mungkin bisa ratusan yang membela Mas Anas. Karena tadi saya tanya teman-teman banyak yang bersimpati yang ingin membela kepentingan Anas ini," kata Otto Hasibuan di kediaman Anas, Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur pagi ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya