Berita

sby-anas

Soal Kasus Anas, SBY hanya Bertanya bukan Intervensi KPK

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | 09:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Orang-orang Demokrat terus menegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus suap proyek Hambalang. Karena itu merupakan ranah hukum.

Demikian ditegaskan Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 26/2).

"Tentang kasusnya Pak Anas, posisi kami adalah, tidak akan pernah ikut campur. Biarkan saja itu di ranah hukum. Itu sekarang berproses di KPK. Nggak ada sejarahnya kami itu ikut-ikutan. Nanti akan kelihatan yang benar itu benar. KPK itu juga independen dan tidak pernah akan tunduk intervensi dari luar, dari manapun," ungkap Sutan.


Soal permintaan Ketua Majelis Tinggi SBY sebelumnya kepada KPK agar memperjelas status Anas dalam kasus Hambalang, menurut Sutan, itu bukan intervensi. Presiden, termasuk seluruh warga, juga menanyakan hal yang sama.

"Itu tidak bisa dikatakan intervensi. Karena seluruh rakyat Indonesia ingin tahu, terlibat atau tidak Pak Anas Urbaningrum. Sekarang disuarakan seorang Presiden sesuai pertanyaan wartawan," ungkap Sutan.

"Kita tanya kepada KPK, benar tidak Pak Anas terlibat. Kalau terlibat katakan terlibat, kalau tidak katakan tidak. Supaya jelas. Masalah ini sudah dua tahun. Jadi ini bertanya, bukan intervensi," tegas Sutan, yang juga Ketua Komisi VIII DPR ini.

Di sela-sela kunjungan di Jeddah, Arab Saudi awal Januari lalu, Ketua Dewan Pembina Demokrat SBY meminta KPK segera memutuskan status Anas Urbaningrum terkasus kasus korupsi proyek Hambalang.

"Kalau memang dinyatakan salah, kita terima memang salah. Kalau tidak salah, kita ingin tahu kalau itu tidak salah. Termasuk dalam hal ini Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang diperiksa KPK dan dicitrakan publik bersalah dalam kasus korupsi, meski KPK belum menjelaskan kasus ini," ucap SBY. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya