Berita

anas-sby

Sutan Bhatoegana: SBY Ingin Senior Jadi Ketum, Anas Malah Mencalonkan

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | 12:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Politikus senior Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana tak mau menanggapi pernyataan Anas Urbaningrum bahwa dirinya ibarat bayi yang tak diinginkan terlahir pada Kongres Mei 2010 lalu di Bandung.

"Itu yang dikatakan beliau, beliau yang tahu," kata Sutan Bhatogana kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 26/2).

Meski begitu, Sutan tampaknya tak menampik, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY, sudah mempunyai strategi, sistem dan mekanisme pemilihan ketua umum. Tak hanya itu, SBY juga sudah menentukan siapa yang harus menggantikan Hadi Utomo, Ketua Umum Demokrat saat itu.


"Tadinya kan Pak SBY ingin urutannya begini, begini. Tapi kan Pak Anas ingin maju. Makanya dilepaskan. Nyatanya, kan mengecewakan. Nyatanya Pak Anas terlibat, tersangka kasus Hambalang. Ini kan kecewa semua kita. Pakta Integritas mengatakan, kalau tersangka harus mundur," jelasnya.

Jadi betul atau tidak Anas ibarat bayi yang tak diinginkan lahir?

"Mungkin yang diinterpresikan tadinya itu. Dia (Anas) kan lebih junior. Senior dulu naik. Contoh kayak PAN zaman Hatta dengan Soetrisno Bachir. Jadi dia (Anas) mungkin nanti. Tapi beliau ingin maju. Dipersilakan Pak SBY, free fight (pertarungan bebas). Tapi yang mengecewakan itu, dia membawa masalah," jawab Sutan.

Pada Kongres II PAN di Semarang, Jawa Tengah, April 2005 lalu, Soetrisno Bachir terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) setelah Amien Rais meminta Hatta Rajasa, calon kuat pada waktu itu, mengundurkan diri dari bursa pemilihan.

Karena itu, menurut Sutan, pelaksanaan Kongres Luar Biasa untuk mencari pengganti Anas Urbaningrum tidak akan menggunakan sistem pemilihan terbuka, tapi juga bukan penunjukan. Demokrat akan mencontoh apa yang pernah dilakukan PAN pada saat Kongres III di Batam 2010 lalu.

"Bukan penunjukan. Kita cari tokoh yang kuat, baru kita tawarkan. PAN saja bisa aklamasi. Waktu itu kan PAN ada dua calon, Pak Hatta dan Pak Drajad Wibowo. Datang Amien, daripada pecah, gabung saja. Satu ketua umum, satu wakil ketua umum. Kemungkinan kita coba seperti itu. Supaya tidak pecah," jelas Sutan.

"Secepatnya akan kami pilih ketua umum yang benar-benar sudah berkeringat, loyal, dan berjuang untuk rakyat. Lagi kita cari," tandas Ketua Komisi VIII DPR ini.

Pada Kongres di Bandung 2010 lalu, ada tiga calon. Yaitu, Anas Urbaningrum, Andi Alifian Mallarangeng, dan Marzuki Alie. Anas akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melewati dua pemilihan. Pada pemilihan kedua, Anas berhadapan dengan Marzuki Alie [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya