Partai Demokrat akan segera menggelar Kongres Luar Biasa untuk menentukan siapa ketua umum pengganti Anas Urbaningrum, yang sudah menyatakan mundur. Dalam KLB itu, Demokrat tidak akan menggelar pemilihan terbuka, seperti saat Kongres di Bandung Mei 2010 lalu.
"Kemungkinan Kongres Luar Biasa juga tidak akan menggunakan mekanisme pasar seperti kemarin itu, yang hirup pikuk. Kita akan cari tokoh nanti. Mungkin kita akan aklamasi. Itu jauh lebih bagus untuk penyelamatan partai," ujar politikus senior Partai Demokrat, Sutan Bhatogana kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 26/2).
Sutan menjelaskan, partainya sebenarnya belum siap untuk melakukan pemilihan terbuka dalam menentukan siapa ketua umum baru, termasuk pada saat Kongres Bandung 2010 lalu. Tapi, disayangkan, saat itu, para anak-anak Demokrat ngotot ingin tampil.
"Tadinya kita belum siap, belum matang anak-anak muda ini. Tai
gemerusuk semua ingin menunjukkan dia lebih piawai, lebih matang. Tahu-tahunya kematangan, masak sendiri barang tuh," ungkapnya.
Kapan KLB persisnya akan digelar?
"Secepat mungkin, setelah kita anggap sudah solid, tidak ada kicauan, dan
pihak luar tidak ada intervensi. Kita membuat lebih solid dulu. Karena kadang-kadang ada pihak luar yang memanas-manasikan? Kalau pihak luar menahan diri, segera kita adakan. Jadi kita harapkan pihak luar memberi kesempatan kepada kami. Karena Demokrat ini stakeholdernya rakyat, kita berharap supaya ikut membantu, mendoakan," jawabnya.
Pada Kongres di Bandung 2010 lalu, ada tiga calon. Yaitu, Anas Urbaningrum, Andi Alifian Mallarangeng, dan Marzuki Alie. Anas akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melewati dua pemilihan. Pada pemilihan kedua, Anas berhadapan dengan Marzuki Alie.
[zul]