Berita

Belum Siap, Demokrat Tak Mau Lagi Gelar Pemilihan Terbuka Seperti Kongres Lalu

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | 11:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat akan segera menggelar Kongres Luar Biasa untuk menentukan siapa ketua umum pengganti Anas Urbaningrum, yang sudah menyatakan mundur. Dalam KLB itu, Demokrat tidak akan menggelar pemilihan terbuka, seperti saat Kongres di Bandung Mei 2010 lalu.

"Kemungkinan Kongres Luar Biasa juga tidak akan menggunakan mekanisme pasar seperti kemarin itu, yang hirup pikuk. Kita akan cari tokoh nanti. Mungkin kita akan aklamasi. Itu jauh lebih bagus untuk penyelamatan partai," ujar politikus senior Partai Demokrat, Sutan Bhatogana kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 26/2).

Sutan menjelaskan, partainya sebenarnya belum siap untuk melakukan pemilihan terbuka dalam menentukan siapa ketua umum baru, termasuk pada saat Kongres Bandung 2010 lalu. Tapi, disayangkan, saat itu, para anak-anak Demokrat ngotot ingin tampil.


"Tadinya kita belum siap, belum matang anak-anak muda ini. Tai gemerusuk semua ingin menunjukkan dia lebih piawai, lebih matang. Tahu-tahunya kematangan, masak sendiri barang tuh," ungkapnya.

Kapan KLB persisnya akan digelar?

"Secepat mungkin, setelah kita anggap sudah solid, tidak ada kicauan, dan
pihak luar tidak ada intervensi. Kita membuat lebih solid dulu. Karena kadang-kadang ada pihak luar yang memanas-manasikan? Kalau pihak luar menahan diri, segera kita adakan. Jadi kita harapkan pihak luar memberi kesempatan kepada kami. Karena Demokrat ini stakeholdernya rakyat, kita berharap supaya ikut membantu, mendoakan," jawabnya.

Pada Kongres di Bandung 2010 lalu, ada tiga calon. Yaitu, Anas Urbaningrum, Andi Alifian Mallarangeng, dan Marzuki Alie. Anas akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melewati dua pemilihan. Pada pemilihan kedua, Anas berhadapan dengan Marzuki Alie.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya