Berita

Jokowi harus Nyapres!

JUMAT, 22 FEBRUARI 2013 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Joko Widodo diharapkan maju dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Karena berdasarkan sejumlah hasil survei, kuat dukungan rakyat agar Gubernur DKI Jakarta itu nyapres.

Merujuk survei Pusat Data Bersatu yang dirilis pertengahan Januari 2013 lalu,  elektabilitas Jokowi sebesar 21 persen sementara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri menguntit di bawahnya dengan angka masing-masing 17 persen dan 11,5 persen.

Yang terbaru, Jokowi juga unggul dalam survei Lembaga Survei Jakarta dengan meraih suara 18,1 persen; disusul Prabowo sebesar 10,9 persen; dan Wiranto sebesar 9,8 persen.


"Jokowi harus maju. Paling tidak ini memberikan harapan baru bagi republik ini. Kedua yang terpenting, dia menjadi penanda bagi regenerasi kepemimpinan nasional. Rakyat menginginkan sebuah perubahan, bukan hanya perubahan nyata tapi perubahan dalam regenasi kepemimpinan nasional," ujar pengamat sosial-politik Fadjroel Rachman kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 22/1).

"Karena perbedaan elektabilitasnya juga lumayan (jauh). Artinya apabila Jokowi berhasil memelihara ritme ini sampai 2014, Indonesia bersyukur sudah terjadi pemisahan antara capres jadul dengan capres baru," sambungnya.

Karena itu, dia mengharapkan, tokoh-tokoh seperti Prabowo, Megawati, Wiranto, dan Jusuf Kalla ikhlas mundur dan kontestasi. Karena menurutnya, tokoh-tokoh itu merupakan capres jadul dan tak layak kembali meramaikan hajatan lima tahunan itu. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya