Joko Widodo diharapkan maju dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Karena berdasarkan sejumlah hasil survei, kuat dukungan rakyat agar Gubernur DKI Jakarta itu nyapres.
Merujuk survei Pusat Data Bersatu yang dirilis pertengahan Januari 2013 lalu, elektabilitas Jokowi sebesar 21 persen sementara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri menguntit di bawahnya dengan angka masing-masing 17 persen dan 11,5 persen.
Yang terbaru, Jokowi juga unggul dalam survei Lembaga Survei Jakarta dengan meraih suara 18,1 persen; disusul Prabowo sebesar 10,9 persen; dan Wiranto sebesar 9,8 persen.
"Jokowi harus maju. Paling tidak ini memberikan harapan baru bagi republik ini. Kedua yang terpenting, dia menjadi penanda bagi regenerasi kepemimpinan nasional. Rakyat menginginkan sebuah perubahan, bukan hanya perubahan nyata tapi perubahan dalam regenasi kepemimpinan nasional," ujar pengamat sosial-politik Fadjroel Rachman kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 22/1).
"Karena perbedaan elektabilitasnya juga lumayan (jauh). Artinya apabila Jokowi berhasil memelihara ritme ini sampai 2014, Indonesia bersyukur sudah terjadi pemisahan antara capres jadul dengan capres baru," sambungnya.
Karena itu, dia mengharapkan, tokoh-tokoh seperti Prabowo, Megawati, Wiranto, dan Jusuf Kalla ikhlas mundur dan kontestasi. Karena menurutnya, tokoh-tokoh itu merupakan capres jadul dan tak layak kembali meramaikan hajatan lima tahunan itu.
[zul]