Berita

nazaruddin

Bambang Soesatyo Menduga Ada Operasi Sunyi Senyap di Balik Nazaruddin

JUMAT, 22 FEBRUARI 2013 | 11:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menduga tudingan mantan Bendahara Umum DPP Demokrat M. Nazaruddin bahwa dirinya terlibat dalam kasus proyek Simulator SIM merupakan bagian dari skenario operasi "sunyi senyap" atau 'SS.'

Bagi anggota Fraksi Golkar ini, serangan ini adalah kali kedua yang ia terima setelah sebelumnya lewat surat kaleng dirinya dituding terlibat kasus pemerasan perusahaan Negara meski sudah diklarifikasi Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Ini merupakan serangan balik yang makin memperkuat dugaan apa yang pernah saya sinyalir dan sampaikan sebelumnya tentang keberadaan adanya Satgas yang mengendalikan operasi kontra intelijen bersandi 'SS', jelas Bambang dalam pesan singkat yang diterima Rakyat Merdeka Online (Jumat, 22/2).


"Saya menduga operasi ini dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuasaan luar biasa. Jadi, tidak tertutup kemungkinan saat ini Nazaruddin ditunggangi oleh kelompok tertentu untuk menyerang lawan-lawan politiknya," sambung politisi vokal ini.

Tiga anggota Komisi III DPR yang ditembak Nazaruddin terkait kasus yang melibatkan mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo kemarin itu adalah Azis Syamsudin (Golkar), Bambang Soesatyo (Golkar), Herman Hery (PDIP). Ketiganya pun, termasuk Bambang Soesatyo, sudah membantah.

"Itu (pengadaan simulator) sepenuhnya kewenangan Polri dalam penggunaan dana yang berasal dari PNBP sesuai dengan UU tentang keuangan negara. Semua bisa dicek dalam dokumen anggaran yang ada di Komisi III," jelas Bambang kemarin malam.

Semua notulen, prosedur serta pengajuan satuan tiga dari seluruh mitra kerja Komisi III termasuk Polri, katanya, terdokumentasi dengan lengkap di Sekretariat Komisi III. Bisa dilihat di sana sejak saya masuk DPR di Komisi III hingga kini, tidak pernah ada pengajuan pengadaan simulator," tandas Bamsoet, panggilannya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya